Monwnews.com, Baru saja mendapat suntikan dana Rp23,67 triliun dari BPI Danantara, kinerja keuangan PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) masih dibayangi tekanan berat.
Hingga akhir 2025, maskapai pelat merah itu mencatat defisit dengan akumulasi kerugian mencapai US$3,83 miliar atau sekitar Rp64,3 triliun (kurs Rp16.780).
Pendanaan dari Danantara diperoleh pada 5 Desember 2025 dalam bentuk capital injection senilai Rp23,67 triliun atau setara US$1,42 miliar.
Dana itu terdiri atas konversi pinjaman pemegang saham senilai Rp6,65 triliun serta penyertaan modal tunai sebesar Rp17 triliun.
Meski telah mendapat tambahan modal jumbo, sebagaimana dilansir IG indonesiancore, posisi defisit GIA justru masih meningkat dibandingkan tahun sebelumnya sebesar US$3,50 miliar atau sekitar Rp58,7 triliun.












