SABU-SABU atau methamphetamine adalah salah satu jenis narkoba stimulan adiktif yang sangat berbahaya, jenis narkoba yang bekerja pada sistem saraf pusat. sabu-sabu tersedia dalam bentuk bubuk kristal, tidak berbau dan terasa pahit. biasanya sabu digunakan dengan cara ditelan, dihisap atau disuntikan.
Sabu sering disalahgunakan karena efek stimulannya mampu memicu pelepasan hormon dopamin yang dimana pelepasan hormon dalam jumlah banyak dan cepat akan membuat penggunanya merasa bahagia dan berenergi serta juga bisa membuat penggunanya mampu terus aktif, percaya diri dan tidak merasa lapar serta gairah seksualnya juga meningkat.
Namun ketika efek tersebut habis maka penderita akan mengalami kondisi lemas, tidak berenergi, cemas dan takut berlebihan. selain itu juga kecanduan sabu juga bisa mengalami penurunan berat badan yang signifikan serta mengalami infeksi yang berulang.
Telah banyak research yang berkembang bahwa sabu-sabu dapat menyebabkan kerusakan yang parah pada banyak orang di seluruh dunia. Berdasarkan data BNN (Badan Narkotika Nasional), jumlah pemakai narkoba di Indonesia mencapai 4,8 juta orang dengan rentang umur 15-64, pada tahun 2022 hingga saat ini.
Penggunaannya yang merusak dapat memberikan efek samping yang serius terhadap kesehatan fisik, kesehatan mental, dan kehidupan secara keseluruhan. Berikut akan dibahas efek jangka panjang dan jangka pendek dari penggunaan sabu-sabu beserta gejala yang harus diperhatikan.
Efek Samping Jangka Pendek Sabu-Sabu:
- Peningkatan energi yang berlebihan dan euforia.
- Penurunan nafsu makan yang parah dan penurunan berat badan yang drastis.
- Insomnia atau gangguan tidur yang serius.
- Agitasi, kecemasan, dan paranoia.
- Perubahan mood yang tajam dan sulit diatur.
- Ketegangan otot dan gemetar yang tidak terkendali.
- Peningkatan denyut jantung dan tekanan darah.
- Keringat berlebihan dan kelelahan yang ekstrem.
- Gangguan kognitif seperti kesulitan konsentrasi dan pemecahan masalah.
Efek Samping Jangka Panjang Sabu-Sabu:
- Kerusakan organ tubuh, termasuk jantung, hati, dan paru-paru.
- Masalah kesehatan mental seperti kecemasan kronis, depresi, dan gangguan psikotik.
- Gangguan memori jangka panjang dan penurunan fungsi kognitif.
- Gangguan tidur yang berkelanjutan dan insomnia kronis.
- Gangguan sistem saraf yang mengakibatkan tremor, kejang, dan kerusakan syaraf.
- Penurunan kualitas hidup dan gangguan dalam hubungan sosial.
- Penyalahgunaan sabu-sabu yang berulang meningkatkan risiko overdosis dan kematian.
Gejala Penggunaan Sabu-Sabu:
- Keinginan kuat untuk menggunakan sabu-sabu secara terus-menerus.
- Kehilangan kontrol terhadap penggunaan dan peningkatan toleransi terhadap narkoba.
- Perubahan perilaku dan kebiasaan, seperti penarikan diri dari keluarga dan teman.
- Penampilan fisik yang buruk, seperti kulit kusam, gigi berlubang, dan penurunan berat badan drastis
Dalam menghadapi bahaya sabu-sabu, penting untuk mencari bantuan profesional dan dukungan yang tepat. Ada berbagai program rehabilitasi, konseling, dan perawatan medis yang tersedia untuk membantu individu yang terpengaruh oleh sabu-sabu.
Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan para ahli dan meminta bantuan untuk menyelamatkan diri atau lingkungan dari adanya narkoba. (Sumber: labcito.co.id)












