MonWnews.com, Malang – PAMI (Persatuan Altit Master Indonesia) Kota Malang mencatat prestasi gemilang dalam Kejurnas PAMI yang digelar di Semarang Jawa Tengah.
Kejunas ke 9 PAMI yang dihelat di Stadion Tri Lomba Juang Semarang-Jawa Tengah pada 26 – 27 Agustus 2023 itu mencatat jejak terbaik angggota Atlit Master Indonesia dari Kota Malang yang berprestasi. Salah satunya adalah Suwandi peraih medali emas sebagai juara 1 dalam lomba lari 200 meter, juga atlit master perempuan lainnya yang meraih medali perak dilomba lari yang sama.
Hal tersebut disampaikan oleh Pelatih PAMI Kota Malang, Suwandi saat dirinya bersama anggota sedang berlatih di dalam Stadion Gajayana, Kamis (31/08/2023).
Dikatakan oleh Suwandi, bahwa para anggota PAMI sejatinya adalah para veteran atlit. Namun untuk di PAMI Kota Malang, selain dari veteran atlit, anggotanya juga ada dari masyarakat umum yang rata-rata sudah lansia, namun tetap punya jiwa semangat sehat untuk ber olah raga.
PAMI adalah salah satu Cabor non prestasi yang berada dibawah KONI Kota Malang. Pami berdiri tahun 82, dan disahkan pada tahun 85 persis bersamaan Hari Olah Raga Nasional.
Eksestensi PAMI selalu hadir di setiap event, meskipun sebagai salah satu Olga non prestasi. Bahkan untuk event Olah Raga para veteran atlit ditingkat internasionalpun PAMI eksis, bahkan PAMI Kota Malang cukup dikenal untuk even tingkat ASEAN.
“Hasil dari even olga veteran atlit untuk Kejurnas PAMI 2023 di Semarang kemaren. PAMI meraih prestasi dengan menggondol 26 medali, terdiri 11 Emas, 10 Perak dan 5 Perunggu,” ujar pelatih PAMI, Suwandi
“Dalam waktu dekat ini, jajaran pengurus PAMI Kota Malang akan menyampaikan hasil kegiatan dalam laporan ke induk organisasi olahraga KONI Kota Malang,” ata Suwandi.
Ditanya terkait support pihak KONI pada PAMI dalam mengikuti giat even Kejurnas PAMI di Semarang. Suwandi selaku manajer bersama Priyo Sambodo yang didampingi Ketua, Wk Ketua, Sekretaris dan beberapa pengurus lainnya menjawab di lokasi usai latihan.

“Oleh KONI disupport anggaran transporasi sebesar dua juta rupiah, dan perseorangan, dibantu dari uang pribadi Bapak Wasto lima ratus ribu rupiah dan Bapak Mas’ud juga lima ratus ribu. Selebihnya adalah dari hasil swadaya anggota.”
Disampaikan juga di lokasi. Bahwa PAMI Kota Malang, untuk tingkat daerah cukup disegani, karena masuk katagori 3 besar, sementara untuk tingkat Nasional masuk di 4 besar dan jika untuk katagori tingkat Provinsi Jatim, kita masuk diperingkat 1. Untuk Jawa Timur dengan raihan 21 medali, penyumbang 11 medali emas adalah dari PAMI Kota Malang, Surabaya dapat 2 medali, Jember 6 medali dan Ngawi 1 medali serta Probolinggo juga menyumbang medali.
Untuk aktifitas operasional PAMI Kota Malang saat ini mendapat mendapat anggaran pembinaan sebesar 5 juta rupiah dari KONI Kota Malang
Dan saat ini, bagi PAMI Kota Malang didalam setiap kegiatan latihan di dalam Stadion Gajayana bukan gratis, tetapi membayar sewa,dikenakan 50 ribu rupiah.
Untuk saat ini, masih belum diketahui apresiasi dari KONI Kota Malang terhadap hasil raihan PAMI Kota Malang setelah mengikuti Kejurnas PAMI di Semarang
“Jaman Ketua KONI yang lama, Bapak Edi Wahyono, untuk atlit peraih medali emas mendapat bonus 1 juta, perak 750 ribu dan perunggu 500 ribu,” terang beberapa anggota PAMI di lokasi. (galih)












