Monwnews.com, Jakarta – Sebuah langkah monumental bagi dunia kesehatan dan pariwisata Indonesia telah terjadi. Kementerian Kesehatan dan Kementerian Pariwisata resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) tentang Penyelenggaraan Wisata Kesehatan di Indonesia.
Dalam momen bersejarah ini, Ardantya Syahreza, Ketua Malang Health Tourism Board (MHTB), hadir secara eksklusif. Beliau merupakan salah satu dari sedikit tokoh kesehatan nasional yang terpilih secara khusus untuk menyaksikan langsung penandatanganan kesepakatan strategis antara Menteri Kesehatan RI, Bapak Budi Gunadi Sadikin, dan Menteri Pariwisata RI, Ibu Widiyanti Putri Wardhana.
Kehadiran Ardantya Syahreza di lingkaran utama pengambil kebijakan ini menegaskan posisi strategis Malang Raya dalam peta jalan (roadmap) kesehatan nasional.
“Strategic Milestone” untuk Ekonomi Wellness Indonesia”
“Merupakan kehormatan dan tanggung jawab besar bagi saya, terpilih mewakili aspirasi industri kesehatan daerah, khususnya Malang, dalam penandatanganan ini. Sinergi dua kementerian ini adalah sinyal tegas bahwa Health & Wellness Tourism bukan lagi wacana, melainkan prioritas pembangunan nasional,” tegas Ardantya Syahreza.
Malang Raya: The Next Global Health Destination
Ardantya menekankan bahwa MoU ini menjadi landasan pacu yang sempurna bagi Malang Raya. Menurutnya, Malang memiliki kombinasi aset yang sulit ditandingi oleh daerah lain untuk menjadi pusat rujukan internasional:
1. Kekuatan Medis Superior: Keunggulan utama Malang terletak pada ketersediaan dokter-dokter sub-spesialis yang sangat kompeten dan diakui reputasinya.
2. Infrastruktur Mumpuni: Ketersediaan jaringan rumah sakit dengan fasilitas teknologi terkini yang siap melayani pasien domestik maupun mancanegara.
3. Healing Environment: Keunggulan geografis Malang yang dikelilingi alam pegunungan yang sejuk menjadikan Malang destinasi Wellness & Recovery yang sempurna, menyatukan pengobatan medis dengan pemulihan jiwa dan raga.
“Dengan payung hukum ini, potensi Malang tidak akan tertahan lagi. Kita punya dokter hebat, rumah sakit canggih, dan alam yang menyembuhkan. Malang Raya siap menjadi pusat destinasi health tourism nasional, bahkan kompetitif di level internasional,” tambah Ardantya.
Substansi Kesepakatan & Langkah Taktis
Berdasarkan dokumen yang disepakati, kolaborasi ini mencakup 5 pilar vital: Penyelarasan Kebijakan, Pengembangan SDM Berstandar Global, Integrasi Data, Investasi & Pemasaran Terpadu, serta Pembentukan Task Force.
Menanggapi klausul pelaksanaan yang menargetkan aturan turunan (PKS) selesai dalam 3 bulan, MHTB menyatakan kesiapannya untuk bergerak cepat (“gercep”).
Komitmen Malang Health Tourism Board
Sebagai pelaku industri yang berada di garis depan, MHTB di bawah kepemimpinan Ardantya Syahreza siap mengawal implementasi kebijakan ini.
“Kami menunggu aturan turunan untuk segera dieksekusi. MHTB akan memastikan ekosistem di Malang—mulai dari rumah sakit hingga wellness resort—siap berkolaborasi untuk meningkatkan devisa negara dan memenangkan kepercayaan pasar global,” tutup Ardantya.
Tentang Malang Health Tourism Board (MHTB)
MHTB adalah tim kerja promosi dan pengembangan wisata kesehatan yang berdedikasi menjadikan Malang Raya sebagai destinasi unggulan wisata medis dan kebugaran, mensinergikan potensi medis kelas dunia dengan pesona pariwisata Indonesia. (**)












