Monwnews.com, Amerika Serikat berusaha meyakinkan banyak negara bahwa perang antara Rusia dan Ukraina yang masih berlangsung dikhawatiran akan merembet ke beberapa negara di Asia Tengah.
Hal tersebut diungkapkan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Antony Blinken dalam pertemuan dengan para diplomat negara-negara Asia Tengah di Kazakhstan pada Selasa (28/2/2023).
“Tidak ada negara, terutama yang secara tradisional berada di dekat wilayah Rusia, dapat mengabaikan ancaman agresi Rusia ke wilayah mereka”, kata Blinken.
Pada pertemuan tersebut, Blinken menekankan pentingnya menghormati “kedaulatan, integritas teritorial, dan kemerdekaan.”
“Sejak menjadi negara pertama yang mengakui Kazakhstan pada Desember 1991, Amerika Serikat telah berkomitmen kuat terhadap kedaulatan, integritas teritorial, dan kemerdekaan Kazakhstan dan negara-negara di seluruh kawasan,” kata Blinken, sebagaimana dikutip dari Associated Press.
Saat konferensi pers, Blinken menegaskan kembali dukungan Amerika Serikat yang tak tergoyahkan untuk Kazakhstan, seperti semua negara, untuk secara bebas menentukan masa depannya.
Sebagaimana diketahui, Kazakhstan, Kyrgyzstan, Tajikistan, Turkmenistan, dan Uzbekistan merupakan lima negara bekas Uni Soviet di Asia Tengah.
Meski dekat dengan wilayah Rusia, negara-negara tersebut telah mempelajari posisi netralitas pada perang Rusia – Ukraina, dimana mereka tidak mendukung Rusia dan tidak mendukung kecaman AS dan Barat atas perang tersebut.
Meskipun Menteri Luar Negeri Kazakhstan Mukhtar Tileuberdi berterima kasih kepada Blinken atas komitmen AS untuk kebebasan negaranya, tetapi mengisyaratkan bahwa negaranya tidak mungkin mengadopsi posisi pro-Barat atau pro-Rusia.
Tileuberdi mengatakan Kazakhstan akan terus bertindak untuk kepentingan nasionalnya mengingat situasi internasional yang kompleks.
“Negara kita melanjutkan kebijakan luar negeri multilateral yang seimbang,” katanya.
Tileuberdi mencatat bahwa sementara Kazakhstan memiliki hubungan yang sangat dekat dan bersejarah dengan Rusia dan Ukraina, itu tidak akan mengizinkan wilayahnya digunakan untuk mendukung peperangan atau untuk mendukung sanksi pihak barat pada Rusia
Dia menegaskan bahwa meskipun Kazakhstan berbagi perbatasan darat terpanjang di dunia dengan Rusia, tidak ada ancaman dari Rusia.
Pada forum tersebut, sebagaimana dilansir CNBC, Blinken juga mengadakan pertemuan terpisah di Astana dengan menteri luar negeri Kyrgyzstan, Tajikistan, dan Turkmenistan. Setelah mengunjungi Kazakhstan, Blinken tiba di Tashkent, ibu kota Uzbekistan, dalam perjalanan pertamanya ke Asia Tengah sebagai menteri luar negeri.
AS selama beberapa dekade berusaha untuk menjauhkan negara-negara bekas Soviet di kawasan itu dari pengaruh Rusia.
Tetapi hubungan negara-negara tersebut dengan Rusia tetap dalam dan meluas ke bidang ekonomi, militer, dan diplomatik sebagai anggota Persemakmuran Negara-Negara Merdeka bekas Soviet. (cn)












