Daerah  

Bertemu Jajaran Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus di Grahadi: Gubernur Khofifah Serukan Gerakan Hemat Energi, Dorong Subsidi LPG Tepat Sasaran

Khofifah Indar Parawansa

Monwnews.com, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyerukan Gerakan Hemat Energi kepada seluruh masyarakat Jawa Timur sebagai langkah strategis menghadapi dinamika krisis energi global yang berdampak hingga tingkat nasional dan daerah.

https://www.instagram.com/p/DS1J4jRErJk/?img_index=1
https://www.instagram.com/p/DS1J4jRErJk/?img_index=1

Seruan tersebut disampaikan usai pertemuan bersama jajaran Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Selasa (31/3) sore.

Gubernur Khofifah menegaskan bahwa Gerakan Hemat Energi akan segera disosialisasikan secara masif mulai pekan depan, dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat lintas sektor.

“Kami sepakat dengan Pak di GM tadi bahwa InsyaAllah Senin ini, kita ingin menyampaikan Gerakan Hemat Energi kepada masyarakat. Kondisi krisis global itu pasti berdampak nasional dan kemudian berdampak juga regional dan lokal,” ujarnya.

Sebagai bagian dari penguatan kebijakan energi, Khofifah juga mendorong perlunya pemetaan ulang penerima LPG 3 kilogram yang termasuk dalam kategori Public Service Obligation (PSO). Hal ini bertujuan agar subsidi energi dapat lebih tepat sasaran.

Berdasarkan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), masyarakat terbagi dalam 10 kelompok desil. Oleh karena itu, penggunaan LPG 3 kg diharapkan difokuskan bagi kelompok masyarakat pada desil 1 hingga 6, sementara kelompok di atasnya diarahkan menggunakan LPG non-subsidi seperti ukuran 5,5 kg dan 12 kg.

“Mungkin sudah harus dilakukan proses pemetaan Desil 1 sampai Desil 5 atau 6 menggunakan LPG 3 kilo PSO. Di atas itu sudah pake yang non PSO. Melalui pemetaan diharapkan tidak ada lagi kekhawatiran masyarakat Desil di atas 6 karena mereka bisa akses LPG yang non-PSO,” tegas Khofifah.

Lebih lanjut, Khofifah mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembelian berlebihan atau panic buying. Ia memastikan bahwa ketersediaan energi, khususnya LPG, tetap dalam kondisi aman dan terjaga.

“Saya mohon masyarakat tidak panic buying. InsyaAllah seluruh kebutuhan masyarakat akan tetap tersupply, tapi gerakan hemat energi itu memang harus menjadi bagian dari yang kita gerakan bersama,” tegasnya.

Dalam pertemuan tersebut juga dibahas perlindungan terhadap pelaku usaha mikro, khususnya pedagang kaki lima (PKL), agar tetap dapat menjalankan aktivitas usahanya secara normal. Pemerintah memastikan bahwa para PKL tetap terlayani melalui pangkalan resmi sehingga operasional usaha tidak terganggu.

Khofifah pun berharap Gerakan Hemat Energi tidak hanya menjadi imbauan, tetapi juga gerakan kolektif yang mampu membangun kesadaran masyarakat dalam penggunaan energi secara bijak dan efisien.

“Maka pada gerakan hemat energi mudah-mudahan nanti dilakukan itu bisa memberikan pemahaman secara lebih komprehensif untuk semua lini dan semua sektor,” katanya.

Sementara itu, Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Iwan Yudha Wibawa menyampaikan dukungannya terhadap inisiatif Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam mengkampanyekan Gerakan Hemat Energi.

Ia menjelaskan bahwa kebijakan tersebut sejalan dengan arahan dari pemerintah pusat melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

“Kami bersama Ibu Gubernur ke depan akan menyuarakan terkait budaya berhemat dalam hal ini utamanya konsumsi LPG yang wajar kepada masyarakat,” ucapnya.

Iwan menjelaskan bahwa sesuai ketentuan setiap, dalam satu rumah tangga bisa membeli LPG dalam 1 bulan sampai batas maksimum yaitu 15 tabung LPG 3kg per KK. Namun kedepannya batas wajar yang ditetapkan oleh Dirjen Migas adalah maksimum 10 tabung per KK.

“Kami sebenarnya juga sudah melakukan survei melalui LAPI ITB. Dimana yang wajar sebenarnya penggunaan tabung per KK itu di 4-5 tabung. Sehingga sebenarnya yang disiapkan pemerintah untuk penggunaan setiap KK itu masih lebih dari konsumsi normal yaitu di level 10 tabung per KK,” jelasnya.

Sementara untuk UMKM, ia menegaskan tidak ada pembatasan dan di pangkalan seperti masih reguler biasa sesuai Kebutuhan yang dibutuhkan. Sedangkan terkait isu kenaikan harga BBM oleh pemerintah pusat, ia menegaskan bahwa pihaknya belum menerima instruksi maupun pemberitahuan resmi dari pemerintah pusat.

“Saat ini memang kalau lihat kondisinya memang secara global harga energi sudah cukup tinggi. Namun Alhamdulillah berkahnya di Indonesia ini harga masih stabil dan pemerintah belum menginstruksikan kepada kami terutama yang Pertamina Patra Niaga Jawa Timur,” kata Iwan.

“Kami juga memastikan bahwa tidak akan mengurangi pasokan selama pasokan itu dibutuhkan kita tetap penuhi,” pungkasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *