Monwnews.com, Namanya Kusrin, bukan insinyur, bukan pula lulusan teknik. Ia cuma pria lulusan SD yang tinggal di pelosok Jawa Tengah dan punya hobi nyambung kabel—secara harfiah.
Dari tumpukan barang bekas seperti tabung TV rusak, kabel kulkas, casing monitor, ia rakit jadi “TV rakyat” yang murah, kuat, dan gampang dibenerin. Tapi pada 2015, negara justru menganggapnya ancaman.
Sebagaimana dilansir @arisvaraa TV rakitannya dianggap melanggar hukum karena tak berlabel SNI. Ia dituduh menjual barang elektronik ilegal, ditangkap layaknya bandar narkoba, dan TV-nyapun dimusnahkan.
Padahal, warga menyebutnya pahlawan. Mereka bikin petisi, pasang spanduk, dan mengutuk keputusan hukum yang rasanya terlalu kaku untuk orang sepolos Kusrin.
Ini bukan soal kabel atau layar. Ini soal bagaimana negeri ini kadang gagal melihat emas di balik kabel berdebu. Mungkin kalau Kusrin lahir di Silicon Valley, ia sudah disebut “jenius otodidak”












