BEM Unitomo Kecam Penganiayaan Finalis Cak Ning Surabaya ke Mahasiswa: Polisi Harus Tindak Pelaku

Surabaya – Seorang Mahasiswa Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (UWKS) bernama Imam Utomo (21) menjadi korban kekerasan fisik oleh Helmy Ferdiansyah (22) yang merupakan Koordinator BEM Nusantara Jawa Timur dan finalis Cak Ning Surabaya pada Selasa (10/9/2024) di kampus UWKS.

Merespons penganiayaan itu, Presiden BEM Universitas Dr Soetoomo (Unitomo) Helvin Rosiyanda Putra, mengecam keras peristiwa itu.

Menurut Helvin, menjadi stakeholder mahasiswa seharusnya sudah berkewajiban menjaga keharmonisan kampus dan menjadi titik sentral ditengah apapun bentuk dinamika jika suatu saat terjadi.

“Agar mahasiswa bisa hidup dengan tenang dan bisa melakukan aktivitas seperti selayaknya esensi dari mahasiswa,” ujar Helvin, Kamis (12/9/2024).

Helvin mengatakan, Helmy Ferdiansyah yang menjabat sebagai petinggi BEM se-Jawa Timut dan finalis Cak Ning Surabaya harusnya bisa memberikan teladan.

“Tentunya sangat tidak mercerminkan menjadi seorang mahasiswa, ataupun tugas dan amanah yang diberikan dalam tubuh mahasiwa,” katanya.

BEM Unitomo meminta kepolisian menindak tegas pelaku. Terlebih korban sudah melaporkan ke Polrestabes Surabaya.

“Kami meminta Polrestabes Surabaya memberikan hukuman yang setimpal atas perbuatan pelaku,” tegasnya.

Diberitakan sebelumnya, peristiwa menghebohkan terjadi di UWKS. Helmy melakukan aksi premanisme disertai pemukulan terhadap Imam Utomo.

Kejadian berawal ketika Helmy tampak mengalami perubahan perilaku yang mencolok. Ia terlihat gelisah dan berbicara tak tentu arah di lingkungan kampus sebelum mendekati Imam yang sedang duduk bersama pacarnya di area warung dekat RSHP. Tanpa sebab yang jelas, Helmy mulai melakukan tindakan agresif dan mengajak Imam ke rooftop gedung FEB.

“Dia mengajak saya tiba-tiba ke rooftop gedung FEB lantai 4, Saat saya mencoba menjauh, dia langsung memukul ke arah muka saya beberapa kali sampai berdarah,” ujar Imam dengan suara bergetar, sambil memperlihatkan luka berdarah di hidungnya.

Adapun Imam telah melaporkan penganiayaan terhadap dirinya ke Polrestabes Surabaya. Imam berharap agar polisi memberikan hukuman setimpal ke pelaku.

“Saat ini, saya telah melaporkan kejadian tersebut kepada pihak berwajib atau kepolisian di Polrestabes Surabaya. Saya memohon pihak kepolisian untuk menindaklanjuti dan memberikan hukuman setimpal terhadap pelaku,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *