Monwnews.com – Malang,- Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur dari Komisi E,yang membidangi pendidikan,Dr,Sri Untari Bisowarno,M.AP mendukung sepenuhnya program fase Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di satuan lembaga didik SMA/SMK baik Negeri/Swasta serentak di Jawa Timur,termasuk di wilayah Malang Raya (Kab/Kota Malang dan Kota Batu)

“Saya dukung sepenuhnya program fase Pengenalan Lingkungan Sekolah untuk Anti Perundungan,bahkan kalau menurut saya harus lebih tegas lagi.” Kata Sri Untari kepada awak monwnews.com,Rabu (17/07/2024)
“Saran saya, Jawa Timur harus bebas perundungan(garis tebal), karena memang perundungan ini sangat berbahaya sekali untuk masa depan anak-anak.” Tegas Untari
” jadi tidak boleh satupun anak yang lain mengkooptasi maupun sok merasa menjadi jagoan atas yang lain.Anak- anak diciptakan dengan berkat yang sama oleh Allah Subhanahu Wa ta’ala ,yaitu dengan tubuh fisik dan keseluruhnya sama, tetapi jiwa dan rohnya itu yang berbeda. Nah jiwa-jiwa yang merasa dirinya lebih besar dari yang lain , entah itu karena orang tuanya ,atau karena dia ini menjadi anak yang berprestasi apapun, tidak boleh menjadi bagian daripada bekal untuk menjadi perundung ,sehingga di sekolah anak-anak harus setara.”Lanjut Srikandi Perjuangan Jawa Timur itu.
Menurut Sri Untari,bahwa anak-anak harus memiliki rasa saling asuh yang sama, dan untuk itu peran pendidik sangat besar sekali, terutama semua guru-guru
“Saya kira tidak hanya guru BP(konseling). Tapi semua guru memberikan pengawasan yang dibutuhkan secara optimal.Sebab ketika di sekolah sedikit saja terjadi gejala model-model perundungan ,misalkan ada siswa yang membully temannya ,maka saat itu pula bulian-bulian itu harus segera dilakukan upaya untuk menetralisasi.” Tandas anggota legeslatif dari Fraksi PDI Perjuangan itu
Sri Untari menegaskan,tidak boleh ada anak yang dirundung di sekolah karena sebab-sebab yang telah dia sampaikan diatas.
Sambung Untari, karena memang lingkungan itu menjadi penentu juga bagi seorang anak yang bisa berpotensi menjadi perundungan

Dan yang dirundung atau tidak ,jika begitu ada yang merasa dirinya dirugikan ,segera lapor dan minta tolong di sekolah (BP-red), atau ada semacam entah itu apa namanya mode sekolah di masa MPLS berlangsung dan seterusnya diwaktu operasional pembelajaran.
Sehingga tidak menjadi bibit negatif. Dan dalam upaya untuk menghilangkan bibit-bibit perundungan bagi anak-anak yang memiliki kelebihan sehingga jumawa,kepada anak-anak yang lemah baik fisikle maupun daya pikir
Diuraikan oleh perempuan yang dijuluki Srikandi Perjuangan itu,bawa anak-anak yang memiliki kelebihan dan mereka yang merasa tidak memiliki kemampuan untuk bersama menjadi orang-orang yang positif.
Menjadi anak-anak yang tumbuh bersama.Yang merasa lebih bisa mendukung yang kurang, yang kurang belajar pada yang lebih ,dan ditunjang oleh guru serta Kepala Sekolah dan semua fasilitas akademika sekolah harus menjadi bagian yang utama untuk membentuk siswa berkarakter Pancasila.
(galih)












