Oleh: Daud Al Ikhlas
Mahasiswa Psikologi Umsida
Inisiator Spacecare.id
Gagasan Pemerintah menuju Indonesia Emas tahun 2045 merupakan gagasan yang mendapat tanggapan positif dari Masyarakat Indonesia. Gagasan pemerintah tersebut memiliki beberapa visi sebagai wujud gambaran Indonesia tahun 2045 dan sebagai peta jalan yang mampu dan perlu dicapai pada usia kemerdekaan mencapai 100 tahun. Pencapaian Visi Indonesia yang dipersiapkan untuk menuju Indonesia Emas tahun 2045 dibangun dengan 4 pilar Pembangunan, yaitu Pembangunanan Manusia serta Penguasaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, Pembangunan Ekonomi Berkelanjutan, Pemerataan Pembangunan, serta Pemantapan Ketahanan Nasional dan Tata Kelola Kepemerintahan.
Tentunya secara keseluruhan Visi Indonesia Emas 2045 tersebut memiliki tujuan untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat Indonesia yang lebih baik dan merata dengan kualitas manusia yang lebih tinggi, terlebih lagi dalam bidang Ekonomi.
Namun masih ada catatan penting sebelum terwujudnya Indonesia Emas tahun 2045, yaitu masalah Kesehatan Mental pada Masyarakat Indonesia karena Kesehatan Mental merupakan hal fundamental seseorang dalam menjalani suatu aktivitas. Kesehatan Mental menurut World Health Organization (WHO) yaitu keadaan Sejahtera mental yang memungkinkan seseorang mengatasi tekanan hidup, menyadari kemampuannya, belajar dengan baik dan bekerja dengan baik, serta berkontribusi dalam komunitasnya.
Saat ini, Kesehatan mental merupakan satu dari beberapa masalah kesehatan yang paling disoroti oleh banyak orang bahkan dari beberapa negara menjadikan Kesehatan mental menjadi permasalahan yang dikhawatirkan. Survei yang dilakukan oleh Ipsos Global bertajuk Health Service Monitor 2023 menunjukkan bahwa sebanyak 44% responden dari 31 negara di dunia menilai bahwa Kesehatan Mental menjadi masalah Kesehatan yang paling dikhawatirkan.
Pemerintah Indonesia seharusnya menyadari bahwa masalah Kesehatan mental menjadi masalah Kesehatan yang perlu dikhawatirkan, Mengingat masalah Kesehatan Mental di Indonesia saat ini termasuk cukup tinggi pada kalangan pemuda, Kesehatan mental bisa menjadi suatu masalah ataupun hambatan dalam terwujudnya mempersiapkan generasi muda unggul dan berdaya saing di Indonesia Emas tahun 2045. Jika dilihat data dari Badan Pusat Statistik (BPS), Penduduk Indonesia pada tahun 2022 mencapai 275,77 Juta jiwa. Pada kelompok umur usia 10-19 tahun terdapat 44,25 Juta jiwa atau sekitar 16%, hal tersebut menunjukkan bahwa rata-rata penduduk Indonesia pada tahun 2045 memasuki usia yang produktif dalam meneruskan Pembangunan Indonesia atau memiliki peran penting bagi perkembangan Indonesia, terutama untuk bisa meraih bonus demografi dan merealisasikan Visi Indonesia Emas tahun 2045.
Menurut hasil Survey Indonesia National Adolescent Mental Health Survey (I-NAMHS) pada remaja 10 – 17 tahun di Indonesia, menunjukkan bahwa satu dari tiga remaja Indonesia memiliki masalah Kesehatan mental. Remaja dalam kelompok tersebut adalah remaja yang terdiagnosis dengan gangguan mental sesuai dengan panduan Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorder Edisi Kelima (DSM-5) yang telah menjadi panduan penegakan diagnosis gangguan mental di Indonesia.
Data tersebut seharusnya bisa menjadi tolak ukur dan kesadaran bagi pemerintah dalam penanggulangan masalah Kesehatan mental di Indonesia terutama pada kalangan pemuda. Oleh karena itu, Pemerintah seharusnya mengambil peran juga untuk bisa memberikan fasilitas pada pemuda mengenai masalah Kesehatan mental. Fasilitas yang diberikan bisa dalam bentuk kebijakan yang menangani masalah Kesehatan mental di Indonesia. Mulai dari mencegah krisis Kesehatan mental melalui pengembangan program, memberikan dukungan Kesehatan mental dan psikososial melalui jaring pengaman sosial, Kesehatan dan akses produktivitas, edukasi bagi kelompok usia produktif, dan memperluas jangkauan pelayanan Kesehatan mental di Masyarakat melalui kemudahan akses layanan Kesehatan.
Dengan adanya fasilitas tersebut, Pemuda Indonesia siap mengambil peran sebagai agen perubahan (agent of change) untuk Indonesia yang lebih baik dan dengan sadar pemuda bisa menempatkan diri untuk progresif, agresif, dan dinamis dalam menyambut Indonesia Emas pada tahun 2045.
Memang tidak dapat dinafikkan bahwa peran pemuda itu penting dan bisa menjadi agen perubahan (agent of change) pada suatu negara. Terutama negara Indonesia merupakan negara yang memiliki populasi pemuda yang lebih banyak dibandingkan orang dewasa atau orang tua, oleh karena itu peran pemuda sangat berdampak bagi bangsa Indonesia, khususnya dalam melakukan perubahan.












