Malang di Era Tahun 90 an, Banyak Melahirkan Para Pembalap Hingga Tingkat Nasional

monwnews.com – Malang,- Malang merupakan salah satu barometer balap motor di Indonesia yang banyak melahirkan pembalap top hingga tingkat nasional, terutama pada era 1990-an hingga 2000-an.

https://www.instagram.com/p/DS1J4jRErJk/?img_index=1
https://www.instagram.com/p/DS1J4jRErJk/?img_index=1

Pada masa tersebut, Malang dikenal sebagai “kawah candradimuka” bagi pembalap road race dan grasstrack.
Berikut adalah detail era kejayaan pembalap Malang

Era 1990-an – 2000-an (Masa Kejayaan): Era ini merupakan puncak di mana Malang melahirkan banyak pembalap nasional yang berlaga di kejuaraan road race dan grasstrack.

Banyak sirkuit lokal dan animo balap liar yang tinggi, yang kemudian diarahkan menjadi balap resmi

Era 2000-an – Sekarang (Regenerasi): Malang terus melahirkan pembalap berbakat, termasuk di ajang balap aspal modern (supermoto) dan balap drag motor trail, contohnya dengan adanya ajang Trial Game Asphalt yang sering diadakan di Stadion Kanjuruhan.

Pembalap Muda Saat Ini: Saat ini, Malang masih konsisten melahirkan pembalap muda yang menembus kancah nasional, seperti pembalap grasstrack yang berprestasi di kejurnas.

Selain balap aspal, Malang juga dikenal kuat dalam kancah grasstrack dan motocross nasional. Balap motor di Malang berkembang dari potensi balap liar yang kemudian difasilitasi, seperti dengan Kanjuruhan Street Race.

Berdasarkan penelusuran, era 1990-an merupakan masa perkembangan pesat otomotif di Jawa Timur, termasuk Malang yang dikenal melahirkan pembalap tangguh. Tokoh atau pembalap yang aktif pada kurun waktu 90-an atau sering dikaitkan dengan era tersebut antara lain:

Dedy Kumohon: Dikenal sebagai salah satu bintang seri balap motor yang populer di wilayah Malang pada era tersebut.

Ex-Rider Jatim 1990-an: Pada kurun waktu tersebut, Malang menjadi basis bagi banyak pembalap road race Jawa Timur. Komunitas mantan pembalap road race Jatim era 90-an (Ex-Rider) dibentuk untuk mewadahi mereka yang aktif pada masa tersebut.

Moreno Soeprapto: Meskipun memulai karier internasionalnya kemudian, Moreno memiliki akar keluarga di Malang dan sering mengunjungi Malang sejak kecil (sekitar tahun 1989-1990an), yang membentuk kedekatannya dengan kota ini.

Nama – nama lain pembalap asal Malang yang sangat akrab dengan lintasan sircuit di eranya,adalah :

Lucky Acup Zainal yang akgirnya berbalik 90 derajad membesarkan persepak bolaan tanah air,dengan melahirkan club sepak bola AREMA yang dijuluki Ongis Nade – Singo Edan,sehingga Lucki (Sam Ikul ) lebih menekuni dengan lapangan hijau di arena Liga Utama – GALATAMA waktu itu.

De Crosser ADE,juga pernah malang melintang di sircuit grastreek,meski akhirnya terhenti ,karena menjadi PNS – Pemkot Malang.Namun kiprahnya sebagai Arek Malang,justru lebih populer menjadi musisi yang memberi warna lagu – lagunya pada keberadaan dan kebesaran club sepak bola AREMA.

Nama lain,yang akrab diajang Offroader,adalah Eko Yudi,pecinta otomotif jenis Jeep,hingga saat ini masih banyak diingat oleh arek-arek Malang yang hingga kini dikenal dengan Eko Jeep.
Begitu juga dengan nama-nana pembalap lainnya yang akan panjang jika di uraikan satu persatu.

Era 90-an saat itu juga ditandai dengan populernya balapan road race di sirkuit non-permanen di kota-kota Jawa Timur, dan pembalap asal Malang/Jawa Timur sering mendominasi ajang balap bebek (underbone) dan sport tune-up.
(galih)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *