Surabaya – Ketua Umum Jaringan Gawagis Nusantara (Jaga Nusantara) KH Zahrul Azhar Asumta alias Gus Hans, meminta agar semua pihak huznuzan atau berprasangka baik terhadap permintaan maaf Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Gus Hans menilai, Jokowi selayaknya manusia biasa yang tak luput dari kesalahan. Permintaan maaf tersebut dinilai sebagai bagian dari hubungan antar manusia atau kemuamalahan, sehingga tidak pantas menilai seseorang sejauh apa dan seberapa besar kesalahannya.
“Karena hanya Allah yang tahu niat seseorang, tapi tugas kita adalah berhusnuzan bahwa presiden juga adalah manusia yang bisa saja melakukan kesalahan-kesalahan kepada masyarakatnya,” ujar Gus Hans, Sabtu (3/8/2024).
Pria yang juga Pengasuh Pondok Pesantren Queen Al-Azhar Darul Ulum Jombang ini turut mengapresiasi permintaan maaf Jokowi. Menurutnya, momen tersebut pas di tengah hadirnya para tokoh lintas agama.
“Inisiatif dan kemauan untuk meminta maaf dari seorang presiden kepada rakyatnya adalah sesuatu yang bagus dan hal yang positif. Dan bagi saya di malam itu karena saya hadir juga di situ, adalah saat yang tepat juga untuk menyampaikan itu semuanya kepada khalayak, kepada masyarakat, karena di situ hadir ribuan orang yang bisa jadi menjadi representasi dari masyarakat komunitas muslim dan juga lintas agama,” terangnya.
Dikatakan Gus Hans, meminta maaf seperti yang dilakukan Jokowi tidak harus di momen-momen tertentu, seperti halnya saat Hari Raya Idul Fitri. Menurut dia, meminta maaf setiap momen akan menjadi hal yang baik.
Bahkan Gus Hans meyakini bahwa Jokowi akan meminta maaf kepada segenap rakyat Indonesia dalam momen Sidang Tahunan MPR RI jelang HUT Kemerdekaan RI ke-79 pada 16 Agustus 2024 mendatang.
“Ketika kita menyampaikan permohonan maaf memang dikarenakan kita adalah manusia yang lemah dan juga pasti mengalami hal-hal yang sifatnya manusiawi yaitu memberikan sesuatu yang bisa jadi tidak memuaskan bisa memuaskan banyak pihak. Dan saya lihat itu juga akan dilakukan pada saat rapat sidang umum MPR yang akan datang,” ucapnya.
“Saya meyakini beliau juga akan menyampaikan permohonan maaf di bidang Umum MPR sebagai bentuk atau wujud kenegarawanan,” lanjutnya.
Sebelumnya Jokowi menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh rakyat Indonesia saat acara zikir dan doa kebangsaan pada Kamis (1/8) lalu.
Dalam acara yang diselenggarakan di Halaman Istana Merdeka itu, Jokowi menyampaikan permohonan maaf atas segala kesalahan dan kekhilafan selama menjabat.
“Dengan segenap kesungguhan dan kerendahan hati, izinkanlah saya dan Prof K.H Ma’ruf Amin ingin memohon maaf yang sedalam-dalamnya atas segala salah dan khilaf selama ini, khususnya selama kami berdua menjalankan amanah sebagai Presiden Republik Indonesia dan sebagai Wakil Presiden Republik Indonesia,” ujar Jokowi.












