Daerah  

Drainase Banyak Sampah dan Sedimen di Kawasan Pecinan Pasar Besar, Bagaimana Kinerja Pemkot Malang?

Kondisi sedimentasi dan sampah di saluran drainase Pasar Besar Kota Malang Januari 2026.
Foto : Don Abu Martel di platform X (Twitter).

monwnews.com, Malang – Banjir kota Malang masih menjadi sorotan dari warganet, sebuah unggahan di media sosial menyoroti kondisi saluran drainase di sekitar kawasan Pecinan–Pasar Besar, Kota Malang, Rabu (07/01/2026).

Terlihat kisi-kisi drainase dipenuhi sampah dan sedimentasi, sehingga dinilai tidak berfungsi optimal.

Warga mempertanyakan efektivitas saluran tersebut, terutama saat hujan, dan berharap ada perhatian serta penanganan dari pihak terkait agar tidak memicu genangan maupun banjir.

Demikian kondisi drainase yang sepertinya tidak mendapatkan perawatan dengan baik, sehingga berpotensi menciptakan lingkungan saat hujan akan memperburuk kondisi lingkungan, dengan banjir atau air meluap ke jalan sehingga bisa mengakibatkan laju kendaraan terhambat bahkan mengalami kecelakaan lalu lintas.

Akun Don Abu Martel di X (Twitter) menggungah foto, dimana terlibat sangat jelas sedimentasi tanah yang tinggi disertai sampah, hal ini tentunya membuat masyarakat semakin gundah apalagi di beberapa bulan yang lalu Kota Malang sempat mengalami banjir saat hujan dan banyak kerugian yang di alami oleh masyarakat Kota Malang.

”menurut sampean, ngene iki opo sik fungsi maksimal yo?! lokasi sekitaran pasar pecinan – pasar besar ” ( menurut anda, apakah seperti ini masih berfungsi maksimal ya….?!! Lokasi sekitar pasar pecinan – pasar besar) ungkap Don Abu Martel yang di unggah di media sosial X

Menyikapi kondisi drainase yang sedimen tinggi dan di sertai tumpukan sampah, hal tersebut terlihat jelas di sela – sela rangka besi penutup drainase itu.

Koordinator Pengaduan Publik Malang Raya, Sudarno sangat menyayangkan dan mengecam kondisi drainase yang terkesan sangat tidak pernah di sentuh untuk di bersihkan.

”Kondisi drainase yang ada tersebut jauh dari kesan terawat oleh Pemerintah Kota Malang dalam hal ini Dinas PUPRPKP Kota Malang, sangat ironis dan seolah-olah abai dan lalai dalam memastikan drainase bersih dan tiada sedimen sehingga aliran air berjalan lancar tidak menimbulkan luapan, tentunya ini berpotensi membahayakan penguna jalan,” ungkap Sudarno.

”Alasan keterbatasan personil dan atau anggaran jangan sampai menjadi kambing hitam, ini masalah kecakapan manajemen SDM di Pemerintah Kota Malang, Walikota Malang Dr Ir Wahyu Hidayat harus bertanggung jawab atas kurang baiknya kinerja Dinas PUPRPKP Kota Malang,” tambahnya.

Kondisi tidak terawatnya drainase tersebut juga di komentari oleh sam priyo 2021, ”Ga banjir, ga viral, nggak di candak” (tidak banjir, tidak viral tidak akan ditangani)

Sampai berita ini di terbitkan masih belum ada tanggapan dari Pemerintah Kota Malang ataupun Dinas PUPRPKP Kota Malang. (galih)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *