Surabaya – Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak memberikan motivasi kepada Ikatan Senat Mahasiswa Ekonomi Indonesia (ISMEI), untuk bersama-sama menghadapi berbagai macam ekonomi global.
Pesan tersebut disampaikan Wagub Emil pada kegiatan Seminar dan Diskusi Ilmiah ‘Indonesia Berdialog & Temu Dengan tema “Menjaga Resiliensi Ekonomi Indonesia Ditengah Ilmiah Nasional Ketidakpastian Global”, yang dilaksanakan di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unesa Surabaya, Minggu (16/7).
“Kenapa ada kata-kata ketidakpastian global? Kalau kita bicara tentang ini jangan terobsesi dengan kepastian. Karena kalau kita terobsesi dengan kepastian, kita tidak bisa mengarungi ombak ekonomi dunia,” kata Emil.
Lebih lanjut dirinya mengatakan, saat ini generasi muda harus menyiapkan diri untuk kemungkinan ketidakpastian tersebut, apalagi ditengah realita teknologi yang semakin pesat.
“Ada istilah _rapid changer_ kalau kita merujuk pada permainan arum jeram mereka mencari rapid atau arus. Jadi memang anggaplah kita sedang arum jeram,” ujarnya.
“Makanya kapal harus tepat sehingga tidak karam. Dan siap basah,” imbuhnya.
Mantan Bupati Trenggalek tersebut juga mengatakan, generasi muda saat ini harus mampu cepat dan tanggap dalam menghadapi berbagai dinamika perubahan, khususnya di era ekonomi global.
“Suka tidak suka, mau tidak mau global ekonomi analoginya adalah arung jeram, jangan kita membayangkan akan mengarungi sungai yang tenang,” katanya.
Oleh karena itu Wagub Emil mengajak untuk bersama-sama mengubah _mindset_ generasi muda untuk bersiap menghadapi tantangan ekonomi global. Menurutnya, hal ini merupakan realita yang harus dihadapi saat ini.
“Oleh karena itu sejak kuliah harus dibangun di kepala kita,” pesan Wagub Emil.
Ia menambahkan, saat ini Pemerintah Provinsi Jawa Timut terus terus membangun fisibilitas untuk menghadapi tantangan global. Wagub Emil juga mengatakan saat ini diperlukan generasi muda yang memiliki talenta-talenta yang dapat mengimbangi tantangan jaman.
“Makanya ada PNS dan Non PNS. Proposi PNS bisa-bisa lebih kecil, karena mereka semua butuh talenta-talenta yang sebetulnya tidak harus berasal dari pemerintahan,” kata Emil.
“Oleh karena itu, penting bagi kita untuk bersama-sama mencari pemahaman yang mendalam dan solusi yang inovatif untuk menjaga keberlanjutan dan ketahanan ekonomi kita,” imbuhnya.
Di kesempatan tersebut Emil juga mengapresiasi ISMEI yang menyelenggarakan kegiatan ini. Menurutnya, kegiatan ini menjadi penting karena merupakan wadah mahasiswa ekonomi untuk bersuara.
“Saya berharap, seminar dan diskusi ilmiah ini dapat menjadi wadah yang inspiratif dan kolaboratif bagi para mahasiswa ekonomi, praktisi, serta akademisi untuk berpikir kritis, membangun jejaring, dan menghasilkan pemikiran yang cerdas guna menghadapi perubahan yang terjadi di masa depan,” ujarnya.
Ia menambahkan, kehadiran para mahasiwa dalam berbagai kegiatan seminar dan diskusi tersebut dapat menjadi investasi masa depan. Dimana menurutnya, tidak dapat ditemukan di bangku kuliah.
“Maka aktiflah di ISMEI, mulailah bersuara kolektif jangan sampai kebijakan ekonomi disetir jangka pendek hanya popularitas semata,” pungkasnya












