Surabaya – Komsariat Besar (Kombes) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Raden Wijaya, Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (UWKS) menggelar Deklarasi Kebangsaan dan Aksi tabur 100 tangkai Bunga di Kampus UWKS, Kota Surabaya, Selasa (6/2/2024). Hal ini dilakukan merespon hilangnya etika demokrasi pada Bangsa ini.
Alfito Rafif Amanda, selaku Ketua Kombes GMNI Raden Wijaya UWKS mengungkapkan bahwa agenda ini sebagai peringatan kepada pemerintah.
“Kegiatan ini merupakan shock terapi yang kami lakukan pada pemerintah, mengingat sekarang presiden dan para pembantunya terlihat tidak netral dalam pemilihan presiden,” tegas Alfito.
Alfito mengatakan, pihaknya meminta Presiden Jokowi untuk kembali pada hakikat-hakikat etika demokrasi Bangsa Indonesia.
“Jangan terjerumus pada langkah-langkah yang akhirnya membuat demokrasi kita malah mundur 20 tahun ke belakang,” ujarnya Alfito.
“Mari kawal demokrasi untuk keberlangsungan negara yang lebih baik dan berorientasi pada kepentingan rakyat,” pungkasnya.
Kegiatan ini juga melibatkan para kader GMNI yang ada di Kota Surabaya beserta pengurus DPC GMNI Kota Surabaya.













