Umum  

Kehakekatan Mikrokosmos Manusia Berfikir Dalam Rogoh Sukmo.

Oleh : mBah Kuntjir INAKER.

Monwnews.com, Rogoh suksmo jikalau merujuk pada konsep spiritual dalam tradisi kemajuan kebudayaan religi jawa yang melibatkan penyelaman atau penggalian ke tingkat sukmo ( Ruh atau Esensi Halus Jiwa ), sering dikaitkan dengan liturgi atau ritual mistik untuk mencapai kesadaran transenden.

KRMH Gagaoek Kapoet Triana, S.H

Hukum Kekekalan Energi didalam kajian rogoh suksmo, dimana hukum kekekalan energi dianalogikan dengan transformasi energi spiritual yang tak diciptakan atau dapat dimusnahkan, melainkan berubah bentuk dari rogo ( jasad kasar ) ke sukmo ( ruh halus ).

Adapun Keberadaan Energi ini tetap konstan, mirip prinsip fisika di mana energi kinetik berubah menjadi potensial, mencerminkan proses liturgi yang mengubah kesadaran manusia menuju kesatuan ilahi.

Liturgi ini menekankan bahwa esensi kehidupan tak hilang, hanya bertransformasi dalam siklus Rogo-Roso-Cipto-Karso-Sukmo.

Hukum Kekekalan Massanya ( Lavoisier-Lomonosov ) menyatakan massa sistem tertutup tetap konstan, yang dalam rogoh suksmo diartikan sebagai kemelakatan kekekalan masa atau esensi keberadaan yang tak berubah meski berevolusi dari tidak-ada ke ada.

Dalam ritual, ini melambangkan transmutasi materi jasmani menjadi ruhani, dimana massa spiritual NYA ( milik-Nya/Tuhan/ Yang Tan Kinoyo Opo) abadi dan serta tak dapat musnah.

Analogi ini menghubungkan kimia fisik biologi dengan metafisik Jawa, dimana rogoh suksmo menimbang keberadaan dari potensi keaktualitas tersebut.

Dari Me-Njadi ke Ada
Keberadaan agar dapat menjadi Ada dalam rogoh suksmo adalah proses ontologis daripara kemungkinan ( me-njadi, potensi tak terwujud ) kerealitas ( Ada, manifestasi ).

Liturgi ini berasal dalam menggali lapisan sukmo untuk mengalami transformasi kekekalan, dimana energi dan serta massa ilahi tak tercipta dari ketiadaan namun muncul dari esensi abadi atas Tuhan/Tan Kinoyo Opo.

Adapun Keberadaan Rogo Roso Cipto Karso Sukmo merupakan konsep lima lapisan eksistensi manusia dalam spiritualitas Jawa ( kemajuan kebudayaan Keesaan ), yang menggambarkan perjalanan jiwa dari fisik kasar keesensi ruhani halus.

Arti Setiap Lapisan tersebut dimana terdiri daripada
Rogo yaitu tubuh jasmani atau raga fisik, lapisan terluar yang bersifat kasar dan sementara.

Roso adalah Rasa bBtin atau qalb ( hati ), pusat emosi dan intuisi yang merespons pengalaman hidup.

Cipto dimana Akal atau pikiran, fungsi refleksi rasional yang mengolah rasa menjadi pengetahuan dan rencana.

Karso adalah Kehendak atau Karsa, akan menjadi dorongan internal untuk bertindak setelah proses rasa dan cipta.

Sukmo adalah keberadaan Ruh atau Jiwa Halus, esensi spiritual tertinggi yang abadi dan menyatu dengan Tuhan.

Makna Spiritual
Konsep ini menekankan harmonisaai atas lima dimensi untuk mencapai manunggaling kawula gusti adalah kesatuan hamba dengan Tuhan, melalui olah rogo ( perbuatan ), olah roso ( rasa), olah cipto ( pikir ), olah karso ( kehendak ), hingga olah sukmo ( semedi ruhani, berhening ).

Praktiknya seperti rogoh sukmo melibatkan pelepasan sukmo dari rogo untuk kesadaran transenden, selaras dengan tasawuf Jawa.

Hal ini mencerminkan transformasi energi spiritual yang kekal, dari potensi ke aktualitas keberadaan.

JANGANLAH CEPAT KAGETAN, DAN SERTA JANGAN CEPAT KEHER@N@N

Tetaplah bergerak bergerak bergerak bersinergi bekerja giat keras cerdas tuntas terarah terukur bersama-sama hingga terwujud Nyata dengan orang tua sebagai wakil Tuhan, trus menerus bersyukur, saling berbagi, saling berkomunikasi, saling silang berkumpul bersolusi dan serta jang@n lupa bahagia sesuai cara dan gaya personal sambil menikmati bercakramanggilingan NYA.

#salamsatujiwa
#salamnegaraagungbekerja
🏃🏽‍♂️🏃‍♀️🏃🏽‍♂️🏃‍♀️🤝✊💪🥰
🇲🇨🇲🇨🇲🇨🇲🇨🇲🇨🇲🇨🇲🇨🇲🇨

Exit mobile version