Monwnews.com, Wahai para penyembah bayang-bayang diufuk diterik dan serta maupun dilengsernya matahari setiap hari.
Sampai kapan semesta kau bohongi dengan sandiwara setiap hari ?
Sebab esensi tak butuh pengakuan dari riuhnya tepuk tangan, dan kejujuran adalah satu-satunya jalan menuju ketenangan.
Negeri katulistiwa beribu pulau gunung berapi banyak pantai ini butuh jiwa yang bergetar karena cinta yang tulus,
bukan sekadar hiasan ayat yang diputar agar urusan menjadi mulus.
Sebab pada akhirnya, yang tersisa bukanlah topeng yang kau kenakan, melainkan seberapa besar jejak kebaikan yang benar-benar kau tanamkan.g2.
Fenomena dimana informasi yang sudah menetap di OTAK ( sering disebut sebagai crokbrain atau otak reptil ) maka wajar menjadi sulit diubah, terutama pada populasi dengan tingkat kecerdasan tertentu, merupakan kombinasi dari hambatan biologis, psikologis, dan sosiologis.
Ringkasan Inti dalam keteguhan pada pemahaman yang salah terjadi karena dominasi sistem limbik ( emosi ) dan otak reptil ( insting bertahan hidup ) yang memicu resistensi kognitif, terutama ketika kapasitas intelektual terbatas untuk melakukan evaluasi kritis secara mandiri.
Struktur Otak dan Dominasi Crokbrain , istilah tsb merujuk pada bagian otak primitif ( batang otak dan amigdala ) yang berfungsi untuk pertahanan diri.
Ketika sebuah pemahaman masuk ke wilayah ini, ia tidak lagi dianggap sebagai informasi melainkan sebagai identitas atau kebenaran absolut yang harus dijaga.
Mekanisme Pertahanannya jika pemahaman tersebut digugat, otak reptil menganggapnya sebagai ancaman fisik. Akibatnya, manusia bereaksi dengan mode lawan atau lari ( fight or flight ), bukan dengan logika.
Jalur Saraf yang kaku dalam informasi yang berulang-ulang membentuk jalur saraf ( neural pathways ) yang sangat kuat.
Mengubahnya membutuhkan energi mental yang besar, sesuatu yang secara biologis coba dihindari oleh otak demi efisiensi energi.
Angka 78 sering kali menjadi batas bawah rata-rata dalam skala kecerdasan formal.
Dalam konteks ini, kapasitas kognitif sangat berpengaruh pada kemampuan seseorang untuk memproses informasi baru yang bertentangan dengan keyakinan lama.
Abstraksi yang Lemah sehingga individu dengan kecerdasan di bawah rata-rata cenderung berpikir secara konkret dan hitam-putih.
Mereka kesulitan memahami nuansa atau kompleksitas yang diperlukan untuk meruntuhkan dogma lama.
Kurangnya Metakognisinya dalam metakognisi adalah kemampuan untuk memikirkan apa yang kita pikirkan.
Tanpa kapasitas ini, seseorang tidak bisa menyadari bahwa pemikiran mereka mungkin salah atau bias.
Ketergantungan pada Otoritasnya karena keterbatasan dalam analisis mandiri, individu dalam kelompok ini cenderung memegang teguh apa pun yang diajarkan oleh figur otoritas atau lingkungan pertama mereka sebagai perlindungan sosial.
Sekali sebuah ide masuk ke otak bawah, manusia akan mengalami Confirmation Bias.
Mereka hanya akan mencari informasi yang mendukung keyakinan mereka dan serta secara otomatis membuang fakta yang menyanggahnya.
Disonansi Kognitifnya ketidaknyamanan mental saat menghadapi fakta baru yang bertentangan dengan keyakinan lama sangatlah menyakitkan. Bagi mereka dengan fleksibilitas kognitif rendah, cara termudah untuk menghilangkan rasa sakit ini adalah dengan menolak fakta tersebut mentah-mentah.
Efek Backfirenya sering kali, memberikan bukti ilmiah kepada orang yang sudah sangat fanatik justru membuat mereka semakin yakin dengan kekeliruannya, karena mereka merasa sedang diserang. g2












