GMNI Hadir di Istana, Sampaikan Tuntutan Rakyat ke Pemerintah

Jakarta – Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) bersama mahasiswa Cipayung Plus dan aliansi BEM beraudiensi dengan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi, di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (4/92025) malam

Ketua Umum GMNI Muhammad Risyad Fahlefi, mengatakan, mahasiswa Cipayung Plus menemui pemerintah untuk menindaklanjuti tuntutan yang disampaikan kepada Pimpinan DPR RI, kemarin Rabu (4/9).

“Kami kawan-kawan Cipayung hadir di Sekretariat Negara atas tindak lanjut dari forum aspirasi yang dibuka oleh DPR kemarin,” ujar Risyad dalam konferensi pers usai bertemu Mensesneg, Kamis.

Risyad mengatakan, tuntutan-tuntutan dari mahasiswa di DPR telah tersampaikan ke pemerintah. Salah satunya adalah para aktivis di seluruh Indonesia dalam penyampaian pendapat tidak dikriminalisasi.

“Beberapa yang menjadi titik fokus kami adalah bagaimana kawan-kawan aktivis di seluruh daerah dan seluruh kabupaten kota bisa tidak ada yang dilakukan kriminalisasi. Pembebasan aktivis ini tentu menjadi tujuan pokok kami,” jelasnya.

Mantan Presiden BEM Universitas Airlangga ini turut meminta agar Presiden segera membentuk tim investigasi pengusutan makar.

Tak hanya itu, Presiden diharapkan membuat kebijakan yang berpihak kepada rakyat. Salah satunya adalah pajak yang tak dinaikkan oleh pemerintah.

“Lalu yang berikutnya adalah mengenai bagaimana tim investigasi harus dibentuk oleh presiden, dan berikutnya adalah kebijakan-kebijakan yang berpihak kepada masyarakat misalnya pajak dan lain sebagainya agar tidak dinaikkan oleh presiden dan pemerintah,” pungkasnya.

Exit mobile version