Suara Pancasila Dari Anak Anak Pemulung

Monwnews.com, Makara Art Center Universitas Indonesia bekerjasama dengan Luminare Domus menyelenggarakan event yg berjudul Pancasila Voice Humanity (Angklung Simbiosis) pada Sabtu (9/12/2023).

Suatu pagelaran musik angklung yg dikolaborasikan dg musik modern dan dipadu dengan opera dan monolog. .

Para pemain dan musisi dalam pegeralan ini adalah anak-anak pemulung yang setiap hari belajar di bedeng seDerhana dan ruang terbuka diantara tumpukan sampah.

Mereka menyanyikan lagu2 daerah dan lagu nasionaln serta bermain opera dengan penuh riang gembira. Pesan2 kemanusiaan yg mencerminkan nilai-nilai Pancasila disampaikan secara menggelirik namun tajam dan mengharukan.

Di tengah2 opera tampil Monolog yg dibawakan oleh Prof. Paulus Wilutomo (Dosen Fisip UI) dan Dr. Ngatawi Al Zaatrouw (Kepala MAC UI)

Dalam monolognya prof. Paulus menyampaikan pesan damai dan menjaga keberagaman. Dr. Ngatawi Al-Zastrouw menyampaikan pesan oentingnya menjaga nurani, “Pancasila itu tumbuh dan berkembang ketika hati nurani itu ada” kata Zastrouw.

Zastrouw juga menyampaikan bahwa kegiatan Pancasila Voice of Humanity merupakan upaya menjaga hati nurani sebagai tempat bersemayamnya Pancasila

“Ketika ingin menemukan Pancasila, ingin menemukan hati nurani datanglah ke tempat orang susah, temani dan bimbinglah mereka. Karena disitulah Pancasila dan hati nurani sesungguhnya berada”, terangnya

Hadir dalam kegiatan ini utusan BPIP, BRIN, para seniman, budayawan, kemunitas Bakul Budaya FIB, mahasiswa UI dan para aktifis gerakan sosial. Mereka sangat terkesan dengan penampilan anak-anak pemulung ini. “Di tengah2 keterbatasan mereka dapat menampilkan perrunjukan seni yg indah dan menyenruh. Ini luar biasa” demikian kata Galuh dari BPIP.*

Exit mobile version