Merenungkan Idul Fitri di Area Konflik

Oleh: Galih Herry - Ketua Forum Ma-Ju (Malang Jurnalis)

Galih Herry - Ketua Forum Ma-Ju (Malang Jurnalis)
Galih Herry - Ketua Forum Ma-Ju (Malang Jurnalis)

monwnews.com – Suasana Idul Fitri di tengah pergolakan Teluk, konflik Israel-Iran, dan keterlibatan AS (2025-2026) ditandai dengan kepedihan mendalam, keterbatasan ibadah, dan kewaspadaan tinggi. Di Gaza, salat Id dilaksanakan di reruntuhan, sementara kawasan Teluk tegang karena serangan balasan drone/rudal, mengancam stabilitas ekonomi dan energi global saat Lebaran.

Potret Idul Fitri di Tengah Konflik:
Gaza dan Palestina: Perayaan diselimuti duka mendalam. Warga tetap melaksanakan salat Id di atas puing-puing masjid di tengah serangan, terutama di wilayah Selatan (Rafah, Khan Younis). Lebaran dirayakan tanpa makanan cukup dan di bawah bayang-bayang serangan udara yang terus berlanjut, mengakibatkan jatuhnya korban jiwa.

Kawasan Timur Tengah: Ketegangan tinggi terjadi akibat serangan balasan Iran ke fasilitas militer AS di kawasan Teluk, memicu kekhawatiran meluasnya konflik ke negara-negara Teluk. Pemimpin negara-negara Teluk diminta menahan diri demi keamanan ibadah.

Ancaman Eskalasi: Iran memberikan peringatan keras dan berjanji merespons agresi Israel, meningkatkan kewaspadaan pada hari raya.

Dampak Global & Ekonomi: Situasi ini menyebabkan penurunan daya beli dan gangguan ekonomi, ditandai dengan sedikit penurunan jumlah pemudik di Indonesia, serta kekhawatiran krisis energi global.

Di tengah situasi perang teluk (Timur Tengah) yang membara, umat Muslim di Indonesia tetap berupaya merayakan Idul Fitri sebagai bentuk ketahanan spiritual, meski dalam suasana miris dan penuh ancaman keamanan.

Medio,Malang 19 Maret 2026
Galih Herry – Ketua Forum Ma-Ju (Malang Jurnalis)

Exit mobile version