Ketua BEM UHT Soroti Keracunan MBG Tembok Dukuh & Dugaan Pemborosan Anggaran

Ketua BEM Universitas Hang Tuah Raihan Asfi Priadi memberikan pernyataan terkait kasus keracunan massal siswa di Tembok Dukuh Surabaya akibat program Makan Bergizi Gratis.
Ketua BEM Universitas Hang Tuah Raihan Asfi Priadi memberikan pernyataan terkait kasus keracunan massal siswa di Tembok Dukuh Surabaya akibat program Makan Bergizi Gratis.

Monwnews.com, Surabaya – Ketua BEM Universitas Hang Tuah, Raihan Asfi Priadi, kritik pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) usai terjadinya dugaan keracunan massal di kawasan Tembok Dukuh, Surabaya, Senin (11/5/2026).

Berdasarkan laporan yang beredar, sebanyak sekitar 200 siswa dari 12 sekolah tingkat TK, SD, dan SMP mengalami gejala mual, muntah, hingga pusing setelah mengonsumsi makanan MBG. Sejumlah siswa bahkan harus mendapatkan penanganan medis di puskesmas dan rumah sakit.

Raihan menilai kasus tersebut menjadi bukti lemahnya pengawasan terhadap kualitas dan distribusi program MBG.

“Program ini tidak boleh hanya menjadi proyek besar dengan anggaran fantastis, tetapi lemah dalam pengawasan kualitas makanan. Kasus di Tembok Dukuh membuktikan bahwa keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama,” tegas Raihan.

Ia juga menyoroti dugaan pemborosan anggaran dalam pelaksanaan MBG yang dinilai lebih banyak terserap pada kebutuhan penunjang dibanding kualitas utama program.

“Jangan sampai rakyat dijual narasi makan bergizi, tetapi praktiknya justru dipenuhi pemborosan dan kepentingan proyek,” ujar kader GMNI ini.

Raihan turut menyinggung persoalan pendidikan dan nasib guru honorer yang hingga kini masih menghadapi ketidakpastian kesejahteraan dan pekerjaan.

Menurutnya, pemerintah seharusnya tidak hanya fokus pada program populis jangka pendek, tetapi juga memperhatikan akses pendidikan, kualitas SDM, dan kesejahteraan tenaga pendidik.

“Kalau bicara masa depan bangsa, negara juga harus hadir menjamin pendidikan dan kesejahteraan guru, bukan hanya program yang bersifat pencitraan,” katanya.

Ketua BEM Universitas Hang Tuah, Raihan Asfi Priadi menegaskan mahasiswa akan terus menjalankan fungsi kontrol sosial terhadap kebijakan publik, terutama program nasional yang menggunakan anggaran besar dari uang rakyat.

Exit mobile version