Buah Maja, Pohon Legenda Yang Banyak Manfaat Untuk Kesehatan

Monwnews.com, Mendengar nama buah Maja, sekilas kita akan diingatkan pada cerita sejarah berdirinya kerajaan besar yang pernah ada di Indonesia, yaitu Majapahit

https://www.instagram.com/kayoone.bumi/
https://www.instagram.com/kayoone.bumi/

Buah maja atau dikenal juga dengan buah bael memiliki nama latin Aegle marmelos. Buah tropikal ini banyak tumbuh di berbagai negara Asia. Rasa dagingnya manis, tetapi sedikit pahit

Daging buah maja bisa dimakan secara langsung atau diolah menjadi selai dan jus. Selain itu, ekstrak buah maja juga terkandung dalam produk suplemen

Penelitian sebagaimana dilansir Alodokter menunjukkan bahwa buah maja kaya akan serat dan rendah kalori.

Berikut ini adalah rincian kandungan nutrisi yang terkandung dalam 100 gram buah maja:
-88 kalori
-32 gram karbohidrat
-3 gram serat
-2 gram protein
-0,3 gram lemak
-1 miligram riboflavin

Buah maja adalah sumber riboflavin yang sangat baik. Selain itu, buah ini juga mengandung vitamin A dan vitamin C yang bermanfaat bagi tubuh.

Buah maja pun mengandung tanin, flavonoid, dan kumarin yang bersifat antioksidan sehingga bisa melindungi sel tubuh dari kerusakan.

Inilah berbagai manfaat buah maja untuk kesehatan, yang dirangkai dari berbagai sumber:

1. Mengatasi diare
Buah maja mengandung senyawa kumarin yang bisa menghambat pertumbuhan salah satu bakteri penyebab diare, yaitu Shigella dysenteriae. Selain itu, senyawa tanin yang terkandung dalam buah maja juga mampu mengurangi peradangan di saluran pencernaan akibat diare.

2. Mengatasi infeksi kulit
Manfaat buah maja lainnya adalah mampu mengatasi infeksi kulit yang disebabkan oleh bakteri atau jamur. Hal ini dibuktikan dalam sebuah penelitian yang menunjukkan bahwa minyak dari ekstrak daun buah maja dapat menghambat pertumbuhan jamur penyebab infeksi kulit, yaitu Candida.
Senyawa bersifat antibakteri dalam buah maja juga mampu mengatasi infeksi kulit yang disebabkan oleh bakteri Staphylococcus.

3. Mengatasi sembelit
Studi lain menunjukkan bahwa buah maja kaya akan serat. Kandungan serat ini dapat mengurangi keluhan sembelit atau susah buang air besar, karena bisa melembutkan feses sehingga lebih mudah dikeluarkan.

4. Mengelola diabetes
Buah maja juga mampu mengelola diabetes. Hal ini ditunjukkan dalam sebuah penelitian yang mengungkapkan bahwa ekstrak buah maja dapat meningkatkan fungsi hormon insulin, sehingga kadar gula darah dalam tubuh tetap terjaga.

5. Mencegah asam lambung naik
Ekstrak biji buah maja dapat melindungi lambung dengan cara mengurangi jumlah asam lambung. Tidak hanya bijinya, ekstrak buah maja juga efektif untuk meredakan tukak lambung berkat kandungan berbagai senyawa antioksidan di dalamnya.

6. Memelihara fungsi hati
Buah maja juga memiliki manfaat untuk memelihara hati, karena kandungan antioksidan yang dimilikinya mampu meningkatkan fungsi hati. Selain itu, buah maja juga mampu melindungi hati dari kerusakan yang disebabkan oleh cisplatin, yaitu jenis obat kemoterapi yang digunakan untuk menangani kanker.

7. Mengurangi risiko terkena kanker
Buah maja kaya akan antioksidan, yaitu flavonoid dan tanin. Berkat kandungan antioksidan inilah buah maja mampu mencegah kerusakan sel yang disebabkan radikal bebas. Penelitian lain menunjukkan buah maja memiliki sifat antikanker yang dapat mencegah pertumbuhan sel kanker.

Efek Samping Konsumsi Buah Maja

Meskipun aman dikonsumsi, beberapa khasiat buah maja yang disebutkan di atas masih memerlukan penelitian lebih lanjut. Namun, perlu diketahui bahwa konsumsi buah maja sebagaimana dilansir sehataqua justru menimbulkan efek samping pada beberapa kasus, seperti:

1. Memunculkan Reaksi Alergi
Bagi yang mencoba buah maja pertama kali, antisipasi kemungkinan munculnya reaksi alergi. Adapun beberapa tanda dari alergi buah maja adalah pusing, muntah, napas pendek, gatal, kulit kemerahan, serta wajah dan lidah membengkak.

2. Menurunkan Kesuburan Pria
Pengujian laboratorium yang dilakukan pada tikus menemukan bahwa ekstrak buah maja dapat menghambat pembentukan dan pergerakan sperma yang berpengaruh pada kesuburan. Akan tetapi, masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk membuktikan hasil pengujian laboratorium ini pada manusia.

 

Exit mobile version