Ahmad Basarah: Landasan Kerjasama Dalam Politik Adalah Gotong Royong dan Kesukarelaan

Dr. Ahmad Basarah, S.H., M.H.

MonWnews.com, Malang – Munculnya beberapa judul pemberitaan yang dirasa menyudutkan PDI Perjuangan sepertinya perlu diluruskan. Mengingat saat ini merupakan tahun politik yang rawan dengan penggorengan isue dan opini.

Ketua Fraksi PDI Perjuangan itu mengaku kaget membaca berita dibeberapa media massa dengan judul yang tidak sesuai yang tidak pernah dia ucapkan. Seperti contoh judul berita yang agak disesalkannya, ‘PDIP Persilahkan PPP Pergi Jika Sandiaga Uno Tak Diusung Jadi Cawapres 2024’ dan beberapa judul lainnya, yang seolah terkesan itu menjadi pernyataan Ahmad Basarah.

“Saya tidak pernah menyatakan yang ditulis dalam contoh-contoh seperti yang muncul dalam judul-judul berita tersebut,” ungkap politisi yang humanis namun tegas itu.

Ahmad Basarah terus terang, bahwa beberapa judul dalam pemberitaan yang tidak benar dan tidak sesuai dengan pernyataannya, sangat merugikan dirinya, dan khususnya PDI Perjuangan.

“Sebab hal tersebut dapat merusak psikologis politik hubungan baik kami dengan teman-teman PPP,” tandas Ahmad Basarah sebagaimana dilansir dari jpnn.com.

Menurut Ahmad Basarah, bahwa penekanan pernyataan yang disampaikan saat diwawancarai para wartawan dalam pesan moral politiknya adalah “Landasan sebuah kerjasama politik dalam pilpres adalah Kesukarelaan, kehendak bersama, semangat gotong royong tanpa ada paksaan satu dan lainnya,” ujar Ahmad Basarah dengan kalimatnya yang tegas.

Ditekankan olehnya, bahwa tanpa landasan tersebut diatas, perjalanan sebuah kerjasama akan mengalami kesulitan.

“Dan semua bakal calon wakil presiden (bacawapres) yang saat ini muncul kepermukaan publik, baik itu Sandiaga Uno, Mahfud MD, Yenny Wahid dan mantan Panglima TNI (Purn) Jenderal Andika Perkasa, Erik Tohir dan lainnya, probability mereka untuk menjadi cawapres Ganjar Pranowo memang cukup tinggi,” terang Ahmad Basarah terkait pernyataan yang disampaikan kepada awak media.

Sekaligus mengajak kepada publik melihat perkembangan bagaimana formasi grouping parpol dan formasi Capres – Cawapres serta menunggu hingga batas akhir pendaftaran Capres – Cawapres sesuai aturan KPU selaku penyelenggara Pesta Demokrasi.

Selanjutnya, melalui keterangan tertulisnya pada, Senin (14/08/2023). Dengan tegas Admad Basarah menyampaikan terkait pemberitaan sebaiknya jangan mencampur adukan antara fakta dan opini, agar tidak terkesan melakukan framing kepada narasumber dan tetap pada jalur etika jurnalistik, sekalipun itu berita sensasional.

Dan pernyataan politisi dari PDI Perjuangan diatas itu merujuk pada sejumlah berita yang beredar, terkait ihwal bergabungnya PAN, GOLKAR ke Prabowo. Yang terkesan seolah penyataan petinggi PPP yang mewanti-wanti jika Sandiaga Uno tidak ditunjuk menjadi cawapres Ganjar Pranowo, maka partai tersebut akan cabut dari koalisi. (galih)

Exit mobile version