Monwnews.com, Malang – Komitmen terhadap pelestarian lingkungan dan keberlanjutan sumber daya air ditegaskan melalui kegiatan Workshop & Forum Group Discussion (FGD) bertajuk “Sustainability Water and Conservation” yang digelar di UPT BLK Wonojati.
Kegiatan ini diinisiasi oleh Bentoel Group menggandeng komunitas Baskomas bagian dari Gerakan Kesadaran Alamku Hijau, dengan melibatkan semua unsur Baik pemerintah, akademisi, komunitas, dunia usaha, serta masyarakat.
Sebagai Sponsor utama PT. Bentoel Group menegaskan komitmennya dalam pengelolaan air yang berkelanjutan melalui pendekatan Alliance for Water Stewardship (AWS). Dalam kesempatan tersebut, Partha Winata selaku Sustainability Lead PT Bentoel Prima menyampaikan bahwa perusahaan telah mengimplementasikan berbagai program strategis, meliputi konservasi air, penanaman pohon, penguatan sempadan sungai, penebaran benih ikan endemik, pemantauan kualitas air, pengelolaan limbah, serta peningkatan efisiensi melalui penggunaan kembali dan daur ulang air di wilayah operasional Karanglo dan Singosari. Kegiatan ini turut dihadiri oleh Moganraj Palianysamy selaku Manager PT Bentoel Prima, yang memperkuat komitmen perusahaan dalam mendukung keberlanjutan pengelolaan sumber daya air.
Kolaborasi dengan Bantuan Sosial Kemasyarakatan (Baskomas) dan Gerakan Kesadaran Alamku Hijau yang memperkuat implementasi di tingkat lapangan, khususnya dalam edukasi lingkungan, kampanye kesadaran publik, serta pelibatan masyarakat dalam aksi konservasi di kawasan Daerah Aliran Sungai Brantas (DAS Brantas).

Sebagai bentuk apresiasi, Bentoel Group bersama Gerakan Kesadaran Alamku Hijau memberikan bibit pohon serta plakat penghargaan kepada Local Hero selaku tokoh di Singosari yang dinilai aktif berkontribusi dalam menjaga lingkungan. Langkah ini sekaligus menjadi dorongan untuk memperluas partisipasi masyarakat dalam upaya pelestarian alam.
Hal ini diinisiasi karena keprihatinan Cak Ndan Selaku Founder Baskomas dan Gerakan Kesadaran Alamku Hijau serta Bapak Morgan Moganraj Palianysamy selaku Manager PT BENTOEL Prima.
Beliau juga menyampaikan (Cak Ndan), bahwa prinsip hijau sudah harus diterapkan sejak awal dan berfungsi sebagai tempat edukasi dan konservasi yang bertanggung jawab terhadap lingkungan demi terjaganya alam untuk generasi yang akan datang. Konservasi tanah dan air merupakan program pembangunan berkelanjutan didaerah tangkapan air menuju restorasi mata air kawasan hulu DAS Brantas.
Dalam forum tersebut, sejumlah narasumber turut memberikan pandangan strategis. Dr. Utik Tri Wulan Cahya, S.TP., M.P. selaku Dosen Pertanian UNITRI menekankan pentingnya kolaborasi multipihak dalam pengelolaan DAS Brantas Hulu di tengah tekanan perubahan penggunaan lahan dan perubahan iklim.
Arif Tomy Prihatmoko, S.T. Selaku perwakilan dari Dinas Linkungan Hidup Kota Malang menyoroti tantangan pelestarian daerah tangkapan air di Kabupaten Malang, termasuk alih fungsi lahan dan peningkatan timbulan sampah, serta pentingnya penguatan sistem berbasis masyarakat seperti bank sampah dan TPS3R.
Dari sisi kualitas air, Aulia Agusta Alamsjah, S.T. dari Perum Jasa Tirta I menyampaikan bahwa Sungai Brantas masih menghadapi tekanan pencemaran dari berbagai sektor, mulai dari domestik hingga industri.
Sementara itu, Wahyu Widiastuti, S.Si., M.T., M.Sc. dari BPDAS Brantas Sampean menegaskan pentingnya rehabilitasi hutan dan lahan untuk menjaga daya dukung DAS melalui penanaman dan konservasi berkelanjutan.
Disisi lain FGD yang dilaksanakan juga dihadiri oleh 100 orang yang diantaranya BP DAS Brantas Sampean, Ketua dan Pengurus Forum DAS Brantas Sampean, BBWS Brantas, Perum. Jasa Tirta, Dinas Kehutanan Pemprov Jatim, Dinas ESDM Pemprov Jatim, CDK Malang (Kehutanan), DLH Kab Malang, DLH Kota Malang, DLH Kota Batu, PU SDA Kab Malang, BPBD Kab Malang, Dinas Pertanian Kab Malang, BPN Kab Malang, Perhutani KPH Malang, PDAM Kab Malang, Camat Singosari, Kapolsek Singosari, Danramil Singosari, Kepala Desa Banjararum Singosari, Komunitas Penggiat Lingkungan:Kaliku, Pemuda Tani, Sobat Lingkungan, Sabers Pungli, Kelompok Masyarakat Singosari dan Mahasiswa Fakultas Pertanian UNITRI.
Kegiatan ini dibuka oleh Kepala UPT BLK Wonojati Malang, Erna Wurjanti, S.T., M.T., dan ditutup oleh Camat Singosari, Wellem, S.Sos., M.Ling., yang mengajak seluruh pihak memperkuat aksi nyata dan kolaborasi lintas sektor.
Melalui kegiatan ini, PT Bentoel Prima menegaskan bahwa pengelolaan Daerah Aliran Sungai Brantas memerlukan sinergi berkelanjutan dari hulu hingga hilir guna memastikan kelestarian lingkungan bagi generasi mendatang. (Galih)












