Daerah  

Nurul Inaker: Moderasi Beragama Memperkuat Kerukunan Dalam Harmonisasi Kehidupan Sosial

Nurul Inaker, berpose bersama Camat Sukun dan Lurah Tanjungrejo usai acara, Selasa (13/06/2023)

Monwnews.com, Malang – Hadir dalam undangannya Lurah Tanjungrejo, wanita berputra tiga ini sangat mengapresiasi kegiatan acara deklarasi Kampung Moderasi Beragama di wilayah Kelurahan Tanjungrejo, Kecamatan Sukun, Kota Malang, Selasa (13/06/2023).

Menurut wanita yang aktif dalam organisasi nasional Indonesia Bekerja – INAKER.
Dalam konteks keIndonesiaan, moderasi beragama dapat dijadikan sebagai strategi kebudayaan untuk merawat Indonesia yang damai, toleran dan menghargai keragaman. Moderasi Beragama adalah cara hidup untuk rukun, saling menghormati, menjaga dan bertoleransi tanpa harus menimbulkan konflik karena perbedaan yang ada.

“Moderasi beragama merupakan perekat antara semangat beragama dan komitmen berbangsa. Karena di Indonesia, beragama pada hakikatnya adalah ber-Indonesia dan ber-Indonesia itu pada hakikatnya adalah beragama,” ungkap wanita yang akrab dengan sebutan Nurul Inaker itu di lokasi acara.

“Moderasi beragama sarana mewujudkan kemaslahatan kehidupan beragama dan berbangsa yang harmonis, damai dan toleran bagi bangsa Indonesia yang maju berkebudayaan berkeadaban,” tukas Nurul Inaker.

Terkait istilah Moderasi itu sendiri berasal dari Moderatio, yang berarti kesedangan (tidak kelebihan dan tidak kekurangan).
Sehingga, ketika kata moderasi disandingkan dengan kata beragama, menjadi moderasi beragama, istilah tersebut berarti merujuk pada sikap mengurangi kekerasan, atau menghindari keekstreman dalam praktiknya.

Moderasi beragama merupakan konsep yang diharapkan dapat diimplementasikan oleh seluruh umat beragama di Indonesia sehingga tercipta kerukunan antarumat beragama dan antarumat beragama dengan pemerintah.

Penguatan moderasi beragama menjadi salah satu indikator utama sebagai upaya membangun kebudayaan dan karakter bangsa. (galih)

Exit mobile version