Monwnews.com, Jakarta – Sebentar lagi umat Islam di seluruh dunia akan menghadapi bulan Ramadan, bulan dimana setiap Muslim menjalankan Ibadah Puasa sebulan penuh, yaitu bulan Ramadan 1445 Hijriyah (Februari 2024).
Hukum puasa Ramadan adalah wajib, Kewajiban berpuasa ini berlaku bagi mereka yang sudah menjadi mukallaf, yaitu yang memenuhi kriteria baligh dan berakal.
Sebagaimana disebutkan dalan Al Quran Surat Albaqarah 183:
يا ايها الذين امنوا كتب عليكم الصيا م كما كتب على الذين من قباكم لعلكم تتقون
“hai orang orang yang beriman diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang orang sebelum kamu agar kamu bertakwa”.
Hal tersebut dikatakan oleh H. Agung Nugroho, S.H., M.H. salah satu anggota Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan. Dimana Agung menjelaskan Bulan Ramadan adalah bulan kesabaran. Tidak hanya sekedar sabar menahan lapar dan dahaga saja, tetapi lebih dari itu. Kesabaran yang dimaksud adalah sabar dalam menghadapi musibah dari ALLAH, dan sabar dalam menjauhi kemaksiatan, termasuk menjauhi sifat sifat iri, dengki dan dan saling membenci diantara umat manusia.
Jadi menurutnya, hakekat puasa adalah menahan diri dari segala nafsu keburukan, termasuk harus bisa menahan diri dari sikap emosional, bisa menahan lisan dari kata-kata kotor serta menahan anggota tubuh dari perbuatan yang tercela.
Agung pun mengkaitkan hakekat puasa ini dengan masa-masa konstelasi politik di negeri ini yang semakin panas pasca pemilu. “Alangkah sebaiknya kita ‘Cooling Down’ menahan diri dan saling memaafkan dari segala kemarahan akibat politik yang semakin tak menentu ini, dengan lebih mendekatkan diri kepada ALLAH SWT, agar puasa kita semakin khusyuk jauh dari segala perbuatan yang tercela,” ujar Agung, Kamis (7/3/2024).
Lebih lanjut Agung menjelaskan, bahwa puasa harus mampu menjadi sarana memelihara hati untuk tidak tertarik pada kesenangan dunia, dan tidak mengisi hati kecuali hanya ALLAH. Inilah tahapan tertinggi dalam berpuasa. Pencapaian tahapan inilah yang mengantarkan seseorang hamba pada derajat Muttaqin.
Orang yang berpuasa akan menyibukkan dirinya untuk sebanyak banyaknya mendapatkan rahmat, ampunan dan pembebasan dari api neraka.
“Oleh sebab itu marilah kita maksimalkan bulan ramadan untuk memperbanyak ibadah dan amal soleh dan mengurangi kesibukan dunia. Ucapan dan perkataan yang yang memancing kemarahan harus bisa kita kendalikan agar kita mampu mencapai derajat kemuliaan sebagai orang yang bertaqwa,” tegas Agung.
Diakhir kata Agung mengucapkan, “Marhaban Ya Ramadan, semoga di bulan Puasa ini kita diberikan kesempatan oleh ALLAH SWT dapat menjalankan ibadah puasa sebulan penuh, dengan penuh ketakwaan… Aamiin Ya Robbal Alamin,” pungkasnya. (dis)












