Umum  

Panji Hamanah Jiwa: Jemparingan Eksklusif Hardiknas di Museum Panji

Poster Gladhen Jemparingan Panji Hamanah Jiwa di Museum Panji Tumpang Malang dalam rangka Hari Pendidikan Nasional 2 Mei 2026.
Poster Gladhen Jemparingan Panji Hamanah Jiwa di Museum Panji Tumpang Malang dalam rangka Hari Pendidikan Nasional 2 Mei 2026.

Monwnews.com, Malang – Jemparingan Panji Hamanah Jiwa berawal dari obrolan Bukber reuni bersama tokoh tokoh sejarah dan budaya Malang Raya Pak Dwi Cahyono Arkeolog, Pak Agung H Buana , Pak Budi Fathony , Pak Poni Ponimi

n dan Pak Dwi Cahyono Inggil, kami terbetik ide untuk menggelar Gladhen Jemparingan terbatas di Museum Panji Tumpang.

Agar efektif dan intensif, peserta dibatasi 20 orang saja dari komunitas Sarasehan Sejarah Literasi Kota Malang yang digawangi Pak Agung Buana. Beliau juga mengusulkan Gladhen ini dilaksanakan bertepatan dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional 2 Mei 2026. Sungguh ide yang tepat, karena Jemparingan tak lain adalah tentang Olah Manah atau pendidikan jiwa.

Saat Bukber waktu itu, memang kami sharing tentang Jemparingan Gagrak PANJI MATARAMAN sebagai sarana untuk “self healing”, media pencerahan serta upaya peningkatan level kesadaran. Banyak dari anggota kami di keluarga besar LASKAR PANJI SURYANEGARA yang tersebar di Malang Raya dan Sumatera Selatan bertestimoni akan manfaat Jemparingan bagi wawasan kepribadian mereka. Baik itu yang ada di Bregada Panji Kyai Pengging, Bregada Panji Kendali Sodho, Bregada Panji Lintang Sanga Karanggenting atau pun Bregada Panji Singhasari.

Kiranya untuk memaknai Hari Pendidikan Nasional 2 Mei yad, menjadi semakin relevan untuk mengangkat Jemparingan sebagai alternatif bagi pendidikan jiwa generasi yang bersifat komprehensif. Panahan tradisional Jawa ini memang utuh mengandung nilai spiritual universal bagi semua orang, budaya adiluhung Leluhur dan sekaligus juga bermakna religius.

Olah MANAH ini sendiri dalam Gagrak Jemparingan Panji Mataraman menjadi laku Wiraga Wirama Wirasa yang bersifat meditatif dan menjadi pelepas emosi emosi negatif berupa amarah, dendam, trauma dan rasa kecewa sakit hati yang dialami oleh setiap orang. Sebagaimana diketahui bahwa kondisi batin yang dipenuhi emosi negatif tidak akan pernah melahirkan intelektualitas yang jernih, kecerdasan sejati dan kebijaksanaan yang penuh hikmah. Bukan kah ini menjadi kebutuhan yang urgent bagi bangsa bangsa di era global saat ini?

Sungguh menarik bahwa Sejarawan Dwi Cahyono mengusulkan topik PANJI HAMANAH JIWA dalam sarasehan yang digelar setelah praktek Jemparingan Sabtu 2 Mei mendatang. Bertepatan pula di Museum bernama MUSEUM PANJI Tumpang milik Pak Dwi Cahyono Inggil, serta Gladhen Jemparingan oleh paguyuban Jemparingan LASKAR PANJI SURYANEGARA. Kesemuanya mengangkat nama PANJI, yang bisa saja saya panjangkan sebutan tersebut menjadi PENDIDIKAN JIWA. Selaras HARDIKNAS.

Semoga hidup semakin terdidik TITIS dan penuh makna.

Salam Satu Jiwa 💖

Salam PANJI Panah Jiwa 🏹

(Galih)

Exit mobile version