Hari Musik Nasional, Zastrouw Al-Ngatawi: Musik untuk Merajut Keberagaman Indonesia

MonWnews.com, Surabaya – Budayawan Nahdlatul Ulama (NU) Zastrouw Al-Ngatawi mengatakan bahwa musik bukan sekedar alat hiburan, tetapi bisa untuk merajut keberagaman Indonesia.

Tak hanya itu, kata mantan ajudan Gus Dur ini, musik bisa menjadi sarana silaturahmi dan menumpahkan. Hal tersebut disampaikan sela-sela agenda “Musik Indonesia Keren edisi Ramadan” dalam rangka memperingati Hari Musik Nasional ke-20 yang digelar Persatuan Artis Penyanyi Pencipta Lagu dan Pemusik Republik Indonesia (PAPPRI) bekerjasama dengan Lembaga Pengelolaan Dana Pendidikan (LPDP) dan Akar Indonesia di Bicopi, Kota Surabaya, Kamis (13/4).

“Ini menjadi pengingat, sumber inspirasi bagi anak-anak muda, bahwa sebenarnya musik kita sangat luar biasa. Kalau kita eksplorasi, itu bisa menjadi sesuatu yang luar biasa,” ungkap Zastrouw.

Agenda tersebut terdapat talkshow yang diisi oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Kadisbudpar) Jawa Timur Hudiyono, Direktur Beasiswa LPDP Dwi Larso, dan penyanyi kondang sekaligus Pengurus PAPPRI Once Mekel.

Setelah talkshow, dilanjutkan oleh konser musik spesial dari beberapa band lokal Surabaya. Dilanjut oleh Sara Fajira, Ita Purnamasari, Andre Hehanusa, dan Once Mekel.

konser musik “Musik Indonesia Keren edisi Ramadan” di Bicopi, Kota Surabaya, Kamis (14/3).

Yang unik dari konser ini, setiap penyanyi diiringi oleh pemusik tradisional, yakni Ki Ageng Gandrung. Sekalipun saat Once menyanyikan lagu “Simfoni Yang Indah”.

“Dalam setiap penampilan, kita sealu melibatkan musisi lokal dan genre tradisional. Karena dengam cara ini musik tradisional bisa menjadi eksis dengan format yang lebih kontemporer, lebih aktual, tanpa menghilangkan dimensi tradisional, dia bisa berdisi sendiri sejajar dengan musik kontemporer,” jelas Zastrouw.

Dalam agenda tersebut, turut hadir Wakil Wali Kota Surabaya Armuji, <span;>Direktur Fasilitasi Riset LPDP Wisnu Soenarso, Owner Bicopi Christian Sabilal Pussung.

Exit mobile version