MonWnews.com, Surabaya – Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mendorong akselerasi penerapan Revolusi Industri 4.0 pada sektor pendidikan di Jawa Timur. Hal itu disampaikan saat memberikan keynote speech pada acara Google for Education di JW Marriot Hotel Surabaya, Selasa (7/3).
“Kami usulkan bagi sekolah yang sudah siap menerapkan revolusi industri 4.0, bagi yang belum siap kami siapkan intervensinya,” kata Wagub Emil.
Menurut Emil, sapan akrabnya, pemahaman akan revolusi industri 4.0 menjadi hal yang penting dan akan lebih konret jika penerapan itu dilakukan pada dunia pendidikan, khususnya di Jatim.
“Kita tidak bisa hanya menjelaskan saja revolusi industri 4.0 itu seperti apa dan bagaimana namun perku upaya lebih yakni mencontohkan dan menerapkanya dalam pendidikan di ruang kelas,” tuturnya.
Ia pun mengapresiasi terselenggaranya kegiatan ini dengan harapan mampu menjadikan salah satu perwujudan visi dari pendidikan.
“Kegiatan ini merupakan salah satu pintu untuk Sesuai dengan visi kita untuk menjadikan siswa menjadi _active learner_ memfasilitasi siswa untuk memanfaatkan teknologi,” kata Emil.
Lebih jauh, Emil mengaitkan dengan bonus demografi, yang artinya dunia pendidikan dituntut untuk bisa mencetak SDM yang mampu menjawab tantangan hari ini.
Dimana perkembangan teknologi akan membuat disrupsi beberapa profesi di masa yang akan datang. “Nah dengan teknologi, inshaallah monitoring dan assessment akan lebih mudah dan terukur,” ungkapnya.
Selain itu, Jatim telah menerapkan double track bagi siswa SMA untuk menjamin lulusan dapat terserap dalam dunia kerja dan mengurangi angka pengangguran terbuka. Ia menuturkan para siswa juga akan dibekali dengan keterampilan praktis yang dibutuhkan dalam dunia kerja.
Selain memperkuat relevansi pendidikan menengah dan pendidikan tinggi dengan kebutuhan industri dan dunia kerja, Jatim juga berinovasi untuk membangun ekosistem ketenagakerjaan.
“Inovasi-inovasi tersebut mulai dari Job Marletplace, Kewirausahaan (MILEA), Professional Freelancer (Millenial Job Center), Peluang Sertifikasi Profesi, BLK Intensif, dan UMKM,” pungkas Emil.
Alhasil, Tingkat Pengangguran Terbuka terutama untuk lulusan SMK bisa ditekan serta pertumbuhan ekonomi Jatim di tahun 2022 melejit hingga mencapai angka 5,34 persen. Dimana angka tersebut lebih tinggi dibanding rata-rata nasional.
Turut hadir Dr. Iwan Syahril, Ph.D selaku Dirjen PAUD Dikdasmen Kemendikbud RI, Inda Raya Ayu Miko Saputri selaku Wakil Walikota Madiun, Olivia Husli Basrin selaku Country Lead Google Education Indonesia, Drs. Abu Khaer, M.Pd selaku Kepala Balai Besar Guru Penggerak Jatim, Jatim Sujarno, M.Pd selaku Kepala Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan dan guru penggerak sekolah se Jawa Timur.












