Lonjakan Covid Varian Acturus Asal India Menggila, Masyarakat Diminta Waspada

Monwnews.com, Jakarta – Kementerian Kesehatan memberikan imbauan agarsaat libur lebaran 2023, warga RI berhati-hati terhadap penularan Cpvid dan memperhatikan gejala Covid varian baru yakni varian Acturus asal India.

Terkait adanya lonjakan kasus Covid-19 dari varian Arcturus, masyarakat kembali menggunakan masker hingga menjalani hidup sehat.

“Masyarakat agar aktif kembali memakai masker, terutama untuk orang yang sedang sakit (flu), orang yang kontak erat dengan orang yang sedang sakit, dan apabila kita berada di keramaian dan kerumunan. Tidak lupa jaga kesehatan untuk mencegah kasus kembali naik,” kata juru bicara Kementerian Kesehatan Mohammad Syahril, Senin (24/4/2023).

Untuk diketahui, Subvarian terbaru Covid, Arcturus, tengah menjadi kekhawatiran baru. Apalagi varian ini dilaporkan telah menjadi momok pada lonjakan kasus Covid di 29 negara, termasuk India, Brunei Darussalam, Singapura, Malaysia, Thailand dan Australia.

Arcturus merupakan nama lain dari subvarian XBB.1.19. Menurut WHO, XBB.1.16 merupakan rekombinan dari BA.2.10.1 dan BA.2.75 dan berbagi mutasi dengan XBB.1.5.

Mutasi varian baru ini dikaitkan dengan tingkat penularan dan tingkat infeksi yang lebih tinggi.

Namun, laporan sejauh ini tidak menunjukkan peningkatan rawat inap, masuk ICU, atau kematian Arcturus. Semua pasien dilaporkan mengalami gejala ringan.

Pada dasarnya, gejala Covid-19 subvarian Omicron Arcturus mirip dengan subvarian sebelumnya.

Namun, dalam beberapa kasus ada gejala paling khas, yakni mata memerah, gatal, dan lengket.

“Tapi tidak semua kasus (mengalami mata merah), sehingga itu jangan dijadikan patokan,” kata Mohammad Syahril.

Selain itu, gejala lainnya hampir mirip dengan varian Covid sebelumnya, termasuk batuk, demam, nyeri saat menelan, nyeri tenggorokan, sakit di seluruh badan, dan nafsu makan menurun. (nb)

 

Exit mobile version