Monwnews.com, Malang – Guna meningkatkan kreativitas anak. Tithek Tenger dibawah komando Ki Djoko Randy menggelar kegiatan seni mewarna topeng di Pasar Bareng Lantai 3 pada hari Senin,6 Mei 2024.
Kegiatan tersebut berkolaborasi dengan Yayasan Ebenezer dengan pendampingnya, Ibu Henny, Ibu Maria, Ibu Tik dan Ibu Lina diikuti sekitar 50 anak setingkat pendidikan PAUD dan SD.
Kegiatan tersebut menghadirkan hiburan eletone dengan player Mas Dwi sekaligus vokalis, lalu tari Grebeg Sabrang oleh Arum sebagai gambaran tentang Topeng Malang sebagai salah satu aksesoris dari tarian lokal malang.
Kegiatan mewarnai topeng Dewi Sekartaji dan Panji Asmorobangun tersebut rata-rata membutuhkan waktu sekitar 30-60 menit untuk mendapatkan hasil pewarnaan yang maksimal.
Selain Ibu Maria Camela memberi sambutan, salah satu pengurus Tithek Tenger, Pak Ais juga memberikan arahan bagaimana mewarnai topeng malangan, bersama teman-teman istimewa (disabilitas), seperti Aria dengan keahlian menggambar, Amanda yang punya kemampuan dibidang tata boga, dan Aam dengan ketrampilan menjahitnya.
“Kegiatan mewarnai topeng malangan di Pasebar lantai tiga ini sangat bermanfaat bagi anak-anak didik baik tingkat PAUD maupun SD, agar mereka lebih mengenal ikon Kota Malang, salah satunya Topeng Malang,” ujar Ibu Jeje selaku koordinator Yaayasan Ebenezer.
Kegiatan tersebut juga ditanggapi dengan rasa senang gembira, baik oleh peserta maupun orang tua pengantar, “Ini merupakan pengenalan budaya lewat seni mewarna bagi anak kami,” ungkap salah satu orang tua peserta dilokasi.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi anak didik, selain menambah kreativitas juga salah satu pembentukan karakter dalam pembelajaran natural guna mencintai budaya bangsa,” ucap Ki Djoko Randy komandan Tithek Tenger.
Terakhir, menurut Ki Djoko Randy adalah kegiatan tersebur merupakan sinergitas penguatan budaya antara Tithek Tenger dan Yayasan Ebenezer sekalipun visinya berbeda. Yayasan Ebenezer memvasilitasi anak-anak kurang mampu untuk mendapatkan kesempatan belajar, sementara Yayasan Tithek Tenger memberikan kesempatan belajar sementara untuk anak berkebutuhan khusus agar menjadi mandiri. (galih)












