MonWnews.com, Surabaya – Rumah Sakit Angkatan Udara (RSAU) Soemitro menggelar sosialisasi stunting d<span;>alam rangka mendukung program kesehatan pemerintah untuk mencegah stunting pada anak yang dilaksanakan di Poliklinik Lanud Muljono, Kamis (9/3). Turut hadir Komandan Lanud (Danlanud) Muljono, Kolonel Pnb Sugeng Budiono didampingi oleh Ketua Pia AG Cab.4/D.II.
Dalam sambutannya, Danlanud Sugeng mengatakan bahwa stunting merupakan permasalahan kesehatan dan kurangnya asupan gizi pada 1000 hari pertama kehidupan. Hal ini tentu sangat mempengaruhi tumbuh kembang anak.
“Berdasarkan data dari Survei Status Gizi Balita Indonesia, sebanyak satu dari empat balita Indonesia mengalami stunting. Hal ini tentunya menjadi perhatian bagi pemerintah karena stunting merupakan ancaman yang besar bagi pertumbuhan generasi muda Indonesia yang berkualitas,” ujarnya.
Kepala RSAU Soemitro Dwi Yanti Elok, menjelaskan bahwa Stunting menyebabkan anak tumbuh lebih kecil daripada anak normal usianya, berkurangnya kecerdasan dan kemampuan belajar, serta mudah sakit.
Lebih lanjut, dijelaskan bahwa stunting disebabkan beberapa faktor seperti kurangnya asupan makanan bergizi. Sanitasi lingkungan kurang baik, kurang tersedianya air bersih, pola makan kurang baik, dan tidak tersedianya pelayanan kesehatan masyarakat.
“Diharapkan dengan adanya sosialisasi stunting ini, dapat memberikan gambaran kepada para Ibu akan pentingnya asupan gizi demi pertumbuhan anak dimasa depan,” pungkas Dwi Yanti.












