GPPD: Pembekuan BEM FISIP Unair Rusak Citra Prabowo

Surabaya – Gerakan Pemuda Peduli Demokrasi (GPPD) menilai, pembekuan BEM FISIP Unair buntut kritik bukan upaya menghilangkan kebebasan berpendapat oleh Presiden RI Prabowo Subianto.

https://www.instagram.com/kayoone.bumi/
https://www.instagram.com/kayoone.bumi/

Ketua Bidang Politik GPPD Mohammad Fajar Sholeh, menyesalkan pembekuan BEM FISIP Unair oleh dekanat. Hal itu akan memberikan catatan hitam di awal berjalannya pemerintahan Prabowo.

“Sangat disesali langkah gegabah dari kampus. Hingga akhirnya berdampak publik bereaksi, bahkan mengarahkan tudingan pemerintah yang dipimpin Prabowo Subianto memberangus kebebasan berekspresi di kampus,” ujar Fajar dalam keterangannya, Rabu (30/10/2024).

Fajar mengingatkan Prabowo untuk mewaspadai pihak dari pendukung pemerintah yang membuat citra Prabowo menjadi buruk. Usaha untuk membuat citra Prabowo memberangus kebebasan berpendapat adalah salah satunya.

“Orang-orang seperti itu tidak membangun demokrasi. Dianggap bisa membantu Prabowo, padahal itu bisa membuat citra Prabowo jatuh hingga timbul ketidakpercayaan publik,” ucapnya.

Fajar meminta Prabowo untuk mensterilkan lingkaran kabinet. Ia juga meminta mengevaluasi besar-besaran rektor hingga dekan perguruan tinggi negeri.

“Saya bergarap Bapak Presiden dapat membersihkan dari figur-figur yang berusaha merusak iklim demokrasi sehat,” tegasnya.

Fajar percaya bahwa Prabowo adalah orang yang menghargai kebebasan berpendapat rakyatnya, kendati itu adalah kritik untuk dirinya. Hal itu dinilai bentuk keberpihakan Prabowo dalam dunia pendidikan.

“Bahkan tak lama setelah pembekuan BEM FISIP Unair, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisainstek) Satryo Soemantri Brodjonegoro langsung memerintahkan Rektor Unair untuk mencabut pembekuan, kita tentu harus mengapresiasi beliau,” terangnya.

Selain itu, Fajar meyakini bila Prabowo sangat memahami bahwa menciptakan budaya kritis di kampus adalah upaya menciptakan dialektika untuk bangsa.

“Saya meyakini Prabowo mendukung budaya kritis di kampus agar generasi muda kita mampu berperan aktif dalam memperjuangkan demokrasi dan kemajuan bangsa,” pungkasnya.

Exit mobile version