Aktivis Muda Sijunjung kritisi Krisis Nilai dan Ketimpangan Ekonomi di Momentum HUT RI ke-80 Tahun 2025

Ilham Priduan Zulfira aktivis muda  Sijunjung

Monwnews.com, Sijunjung – Menjelang peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80, aktivis muda asal Sijunjung, Ilham Priduan Zulfira, mengungkapkan keprihatinannya terhadap kondisi moral, budaya, dan ekonomi bangsa. Ia menilai bahwa nilai-nilai adat dan budaya mulai memudar, sementara moral generasi muda mengalami kemerosotan yang signifikan. Hal ini dipicu oleh arus budaya asing dan kemajuan teknologi yang kurang disikapi dengan bijak oleh anak muda.

Ilham menyoroti khususnya kondisi budaya Minangkabau yang mulai kehilangan esensi utamanya, terutama dalam hubungan antara ninik mamak dan kemenakan. Ia mengingatkan bahwa nilai-nilai luhur seperti musyawarah, budi pekerti, dan kepemimpinan adat harus dijaga dan diperkuat agar adat tetap menjadi benteng moral masyarakat. Kehilangan kepercayaan generasi muda terhadap pemuka adat dianggap sebagai krisis serius yang mengancam identitas budaya.

Selain persoalan budaya dan moral, Ilham juga menegaskan adanya ketimpangan ekonomi yang semakin melebar di kalangan rakyat kecil. Ia menekankan perlunya kebijakan negara yang lebih adil dan berpihak pada kesejahteraan masyarakat luas, bukan hanya menguntungkan segelintir elit. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat harus menjadi prioritas utama agar stabilitas ekonomi dan kemakmuran bisa terwujud.

Dalam pandangannya, masyarakat yang sehat berasal dari individu yang bermoral dan berilmu, yang kemudian akan memperkuat masyarakat secara keseluruhan. Oleh karena itu, penguatan nilai agama, budaya, dan moralitas menjadi kunci dalam menjaga keberlangsungan bangsa. Ilham mengajak generasi muda untuk bangkit dan menjadi penjaga masa depan bangsa dengan memaknai kemerdekaan bukan hanya secara fisik, tetapi juga secara jiwa.

Pada akhirnya, Ilham menyerukan persatuan seluruh elemen bangsa untuk memperkuat pondasi agama, budaya, moralitas, dan keadilan sosial. Semangat kemerdekaan ke-80 tahun harus menjadi momentum untuk menyiapkan Indonesia Emas 2045 yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil, dan makmur, dengan generasi muda sebagai garda terdepan dalam menjaga nilai-nilai luhur tersebut. (gus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *