Surabaya – Gerakan Nasional Ayo Mondok akan menggelar Muhasabah dan Halaqoh (Muhalaqoh) di Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Amien, Ngasinan, Kediri, pada 28 Mei 2025 mendatang. Seluruh pengasuh ponpes NU nantinya akan diundang dalam kegiatan ini.
Ketua Harian Gerakan Nasional Ayo Mondok KH Zahrul Azhar Asumta, atau yang akrab disapa Gus Hans, menyebut acara ini bertujuan untuk meneguhkan komitmen transformasi pesantren. Yakni menciptakan santri yang bertakwa, cerdas, dan unggul.
“Pesantren tidak hanya menjadi tempat yang terus meningkatkan kualitas pendidikan, tetapi juga menjadi simbol harmonisasi antara kemajuan digital dan nilai-nilai tradisional yang mendalam,” ujar Gus Hans dalam keterangannya, Senin (28/4/2025).
Gus Hans mengungkap, ide acara ini berawal dari rembug dirinya bersama Gus Luqman Tremas, Gus Munir Pare dan Gus Wahab Tambakberas. Mereka yang tergabung dalam Aspirasi Para Gus (Asparagus) yang menyoroti soal maraknya kekerasan di lingkungan pesantren.
Muhasabah, yang menjadi bagian dalam muhalaqoh, digelar sebagai ikhtiar mereduksi kejadian-kejadian yg tidak diharapkan untuk memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap pesantren.
“InsyaAllah Mbak Alissa Wahid (putri sulung Alm Gus Dur) dan Gus Luqman yang akan memandu merumuskan strategi pencegahan kekerasan di pesantren,” kata dia.
Selain muhasabah, Pengasuh Ponpes Darul Ulum ini mengatakan, halaqoh akan menjadi sesi diskusi sekaligus penegasan bahwa santri harus menguasai multiplatform dan media sosial. Sesi ini akan melibatkan tokoh muda sekaligus aktor Raffi Ahmad sebagai pembicara.
“Pengalaman luar biasa Raffi Ahmad sebagai public figure dan pengusaha akan lebih membuka mata santri, bahwa mereka kelak harus memiliki kompetensi di era digital,” kata dia.
Kegiatan ini, kata Gus Hans, telah mendapat dukungan dari Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Anwar Iskandar, yang juga Pengasuh PP Al-Amien. Selanjutnya akan dilaksanakan MoU antara Gerakan Nasional Ayo Mondok, MUI dan TVOne.
Adapun Gus Hans dan KH Anwar telah bertemu di kediaman KH Anwar di kawasan Menteng, Jakarta, untuk membahas kegiatan ini, Jumat (25/4) kemarin. Turut hadir dalam pertemuan itu Direktur TVOne, Maria Goretti Limi, Maria Goretti Limi, dan Ketua Komisi Informasi dan Komunikasi (Infokom) MUI, KH Mabroer.
“Alhamdulillah kegiatan ini didukung penuh oleh Kyai Anwar Iskandar. Beliau menyoroti peran penting anak muda, terkhusus santri, agar sibuk mengupgrade diri dan menjadi insan yang mencegah pemecah belah bangsa. TVOne juga menyatakan akan mendukung kegiatan ini,” pungkasnya.












