Gus Hans: Sikap dan Gestur Gibran Mudah Diterima Santri

Surabaya – Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Queen Al Azhar Darul Ulum Jombang, KH Zahrul Azhar As’ad alias Gus Hans, menilai cawapres nomor urut 2 Gibran Rakabuming mudah diterima di kalangan santri.

“Saya kira bukan hal yang susah untuk membawa Mas Gibran ke dalam segmen hijau atau kaum santri atau nadhliyin atau komunitas kultural yang saat ini memiliki jumlah yang signifikan di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur,” kata Gus Hans, Minggu (26/11/2023).

“Karena sikap dan gesturnya Mas Gibran sudah sangat nyantreni, njawani yang bisa menempatkan diri, menghormati orang yang lebih tua dan yang dianggap pantas untuk dihormati,” sambungnya.

Sikap dan gestur Gibran tersebut dilihat langsung oleh Gus Hans dan para gus pengasuh Ponpes yang lain saat bertemu di kediaman guru ngaji Presiden Jokowi, KH Abdul Karim (Gus Karim) di kompleks Ponpes Az-Zayadiyy, Laweyan, Solo, pada Kamis (23/11/2023).

“Saya kira sikapnya tidak ada kesan untuk dibuat-buat dan memang automatically, gestur yang dimunculkan oleh Mas Gibran memancing rasa simpati dari para Gus-Gus yang ada,” katanya.

Dengan nilai plus ini, Gus Hans menganggap Gibran sangat klop dipasangkan dengan Prabowo Subianto. Terlebih sosok Prabowo yang identik dengan militer yang humanis.

“Kalau kita lihat Bapak Prabowo tipikal orang militer yang humanis yang sangat menjaga betul tentang manner dan juga sikap yang respek kepada yang lain dan juga simbol-simbol negara,” ujar Gus Hans.

Gus Hans mencontohkan lewat video viral Prabowo beberapa waktu laluyang enggan menginjak karpet merah yang berada di istana. Adapun karpet merah itu diperuntukkan untuk tamu-tamu negara.

“Sikap kecil ini menunjukkan tentang bagaimana Prabowo bisa menempatkan diri dan juga menghargai sistem dan juga menghargai tata kenegaraan yang memiliki adat istiadat dan juga protokol yang harus dijaga. Artinya Prabowo tahu betul cara bagaimana menjaga marwah sebuah bangsa,” pungkasnya.

Exit mobile version