Monwnews.com, Malang – Terkait rencana penataan dan relokasi pedagang Pasar Induk Gadang, Pemkot Malang melalui Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) melakukan keseriusan untuk kawasan Pasar Induk Gadang.
Hal itu dilakukan guna mengurai kemacetan yang terkenal dengan sebutan kawasan semrawut tersebut, sekaligus mengembalikan fungsi jalan dan jembatan yang selama ini terganggu oleh aktivitas perdagangan.
Bagian dari pemecahan solusi, Pemkot Malang telah menyewa lahan seluas sekitar 6.500 meter persegi yang difasilitasi pemerintah untuk menampung para pedagang.
Total nilai sewa lahan tersebut mencapai Rp1.173.000.000 untuk masa tiga tahun, atau sekitar Rp133 juta per tahun.
Percepatan progres itu bisa terlaksana di era Pemerintah Daerah saat ini yang dipimpin oleh Walikota Malang era Wahyu Hidayat. Setelah puluhan tahun tak tersentuh oleh Kepala Daerah sebelumnya.

Tentunya ada kerja keras dan kerja cerdas yang dilakukan oleh pihak Pemkot Malang melalui Diskoperindag, selaku dinas terkait.
”Membangun pola kedekatan intensiv dengan suasana kekeluargaan kepada para pedagang pasar induk Gadang, sehingga dengan keinginan yang sama, mereka siap untuk menempati lahan relokasi,” ujar Eko Sri Yuliadi alias Sam Eko Oke pada awak media ini saat dirinya menemui Nurul, pengurus INAKER PC Kota Malang di kantornya, Selasa (24/02/2026).
Eko juga menjelaskan, bahwa partisipasi luar biasa ditunjukan para pedagang pasar. “Pemkot Malang selaku fasilitator telah menyediakan lahannya, dan para pedagang dengan semangat gotong royong menyikapi positip atas lahan yang tersedia, meski relokasi namun suasananya tetap terlihat layak dan mencerminkan sebuah pasar induk saat menempati,” terangnya.
Kepala Diskoperindag Kota Malang juga menegaskan, bahwa pemerintah tidak saja melakukan pengawasan, namun juga penataan hingga penertiban demi kepentingan masyarakat umum.
Menurut Sam Eko yang Oke, kebijakan itu diambilnya, karena kawasan Pasar Induk Gadang selama ini menjadi titik kemacetan yang kerap dikeluhkan masyarakat.
Keberadaan pedagang di badan jalan juga membuat fungsi jembatan tidak bisa optimal.
”Harapan pak Walikota, agar arus lalu lintas kembali lancar dan jembatan bisa difungsikan normal,” tegasnya. “Yang penting sekarang sisi selatan dulu. Mudah-mudahan masyarakat dan pedagang mendukung agar penataan ini berhasil,” tandasnya.
Saat ini penataan diprioritaskan di sisi selatan Pasar Induk Gadang yang dinilai paling berdampak terhadap kepadatan lalu lintas. Ada sekira 1.200 pedagang direncanakan menempati area tersebut.
Sedangkan untuk penataan di sisi utara, pihak Diskoperindag masih melakukan kajian lanjutan sebelum program perluasan.
Terakhir, Sam Eko Oke juga menjelaskan jika pihaknya (Diskoperindag) juga akan melakukan sinergi dengan INAKER untuk program pemberdayaan UMKM. (galih)












