Pemberdayaan SDM dan SDA Harus Berbasis Nilai-Nilai Pancasila untuk Keadilan Sosial

Monwnews.com, DPC GMNI Surabaya Raya bersama Forum Group Discussion (FGD) Eks GMNI Pecinta Buku terlibat dalam penyelenggaraan diskusi tematik bertajuk “Pemberdayaan Sumber Daya Manusia (SDM) dan Sumber Daya Alam (SDA) Indonesia Sesuai Prinsip-Prinsip Pancasila dalam Rangka Mewujudkan Keadilan Sosial”, yang berlangsung pada Minggu, 18 Januari 2026, bertempat di Science Techno Park Universitas Tribhuwana Tunggadewi (UNITRI) Malang.

https://www.instagram.com/p/DS1J4jRErJk/?img_index=1
https://www.instagram.com/p/DS1J4jRErJk/?img_index=1

Kegiatan ini merupakan ruang dialektika kritis dan reflektif yang mempertemukan kader GMNI lintas generasi, akademisi, serta pegiat literasi untuk membedah tantangan struktural pengelolaan SDM dan SDA Indonesia di tengah dinamika ekonomi-politik nasional dan global.

Diskusi menegaskan bahwa krisis ketimpangan sosial, eksploitasi sumber daya alam, serta lemahnya keberpihakan negara terhadap rakyat merupakan persoalan mendasar yang harus dijawab melalui revitalisasi nilai-nilai Pancasila sebagai dasar ideologis dan praksis pembangunan nasional.

Dalam forum tersebut, ditegaskan bahwa pemberdayaan SDM tidak dapat direduksi sebatas peningkatan kompetensi teknis, melainkan harus diarahkan pada pembentukan manusia Indonesia yang berdaulat secara intelektual, berkepribadian dalam kebudayaan, serta berorientasi pada kepentingan kolektif rakyat.

Sementara itu, pengelolaan SDA harus diletakkan dalam kerangka kedaulatan nasional, keberlanjutan ekologis, dan keadilan distributif, sebagaimana diamanatkan oleh Pasal 33 UUD 1945.

DPC GMNI Surabaya Raya menilai bahwa Pancasila bukan sekadar simbol normatif, melainkan paradigma pembangunan alternatif yang mampu menjawab kegagalan model pembangunan neoliberal yang cenderung eksploitatif dan elitis. Prinsip Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Kerakyatan, dan Keadilan Sosial harus diaktualisasikan secara konkret dalam kebijakan publik, terutama dalam sektor pendidikan, industri strategis, agraria, energi, dan lingkungan hidup.

FGD Eks GMNI Pecinta Buku menekankan pentingnya tradisi intelektual, literasi kritis, dan penguatan kesadaran historis sebagai fondasi gerakan perubahan sosial

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *