Mengapa Oreintasi Bangsa Indonesia Melenceng Dari Cita-Citanya

Oleh : KRMH Gagoek Kapoet Triana,SH (Ketua Dewan Pendiri INAKER/Indonesia Bekerja/Spiritual Enggenering)

Monwnews.com, Perubahan orientasi negara bangsa Indonesia dari yang seharusnya berfokus pada nafas Ruh Kesejahteraan Rakyat Bersama (cooperations stated) menjadi lebih berorientasi pada kepentingan Korporasi (corporations stated).

Hal ini dapat dilihat dari meningkatnya pengaruh konglomerasi dan oligarki dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk politik dan ekonomi.

Awal Cita-Cita Luhur Kemerdekaan Republik Indonesia

Kesejahteraan Rakyat : Mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur berdasarkan keadilan sosial.
Demokrasi : Menjamin kebebasan dan partisipasi rakyat dalam proses politik.

Perubahan Orientasi Negara :

Orde Baru (1967-1998) : Pemerintah Orde Baru di bawah pimpinan Soeharto mulai mengarahkan negara menuju pembangunan ekonomi yang lebih kapitalistik, dengan fokus pada pertumbuhan ekonomi dan industrialisasi serta tumbuh konglomerasi. Hal ini mempermudah dan membuka peluang bagi konglomerasi dan oligarki untuk berkembang.

Reformasi (1998-sekarang) : Pasca-reformasi, Indonesia telah melakukan berbagai upaya untuk memperkuat demokrasi dan mengurangi pengaruh oligarki. Namun kenyataannya lain, tantangan masih makin bsnyak, dan pengaruh konglomerasi dan oligarki masih kuat dalam berbagai aspek kehidupan.

Pengaruh Konglomerasi dan Oligarki

Serakahnomickah Ekonominya : Konglomerasi dan oligarki memiliki pengaruh besar dalam perekonomian Indonesia, dengan kontrol atas berbagai sektor strategis seperti pertambangan, energi, dan keuangan.
Politik Sonder Dimensi Etik : Pengaruh konglomerasi dan oligarki juga terlihat dalam politik, dengan banyak politisi yang memiliki hubungan erat dengan kelompok-kelompok bisnis besar.

Ketidakadilan Sosial : Meningkatnya kesenjangan sosial dan ekonomi antara kelompok kaya terjadi kurang menganga dengan si miskin.

Demokrasi yang Lemah : Pengaruh konglomerasi dan oligarki dapat melemahkan demokrasi dan mengancam kebebasan Rakyat Bersama.

Maka Penguatan Demokrasi Penting Adanya : Melakukan reformasi politik dan memperkuat lembaga demokrasi untuk mengurangi pengaruh oligarki.

Kebijakan Ekonomi yang Adil : Mengembangkan kebijakan ekonomi yang lebih adil dan berorientasi pada kesejahteraan Rakyat Bersama, bukan hanya pada pertumbuhan ekonomi.

Dalam konteks ini, penting untuk terus memperjuangkan cita-cita luhur kemerdekaan Indonesia dan memastikan bahwa negara tetap berorientasi pada kesejahteraan Rakyat Bersama dan demokrasi hingga tiba waktu NYA.

“Pelit DIANTARA Kikir”

Dalam Islam, sifat pelit atau kikir dianggap sebagai sifat yang tercela dan dapat membawa dampak negatif bagi individu dan masyarakat. Berikut beberapa ancaman bagi orang yang pelit menurut perspektif Islam.

Ancaman Azab: Orang yang pelit diancam dengan azab yang pedih di akhirat, seperti yang disebutkan dalam Al-Qur’an, “Dan orang-orang yang kikir dan menyuruh manusia berbuat kikir dan menyembunyikan karunia yang telah diberikan kepadanya oleh Rabbnya. Dan Kami menyediakan bagi orang-orang kafir siksa yang menghinakan.”(QS. An-Nisa: 37)

Dosa : Kikir termasuk dalam kategori dosa besar yang dapat menghalangi seseorang dari mendapatkan rahmat dan ampunan Allah.

Kurangnya Berkah : Orang yang pelit dapat mengalami kurangnya berkah dalam hartanya, sehingga harta yang dimiliki tidak memberikan manfaat yang maksimal.

Bagi mereka yang memiliki harta dari hasil korupsi, ancamannya lebih berat lagi.

Azab Kubur : Orang yang melakukan korupsi dapat mengalami azab kubur yang pedih sebagai balasan atas perbuatan zalim mereka semasa hidup.

Tidak Diterima Amal. : Amal-amal yang dilakukan oleh orang yang korup dapat menjadi tidak diterima di sisi Allah jika harta yang digunakan untuk beramal berasal dari hasil korupsi.

Siksa di Hari Akhir : Di hari akhir, orang yang korup akan diminta pertanggungjawaban atas harta yang mereka kuasai dan disalahgunakan.

Dalam Islam, sangat ditekankan untuk memiliki sifat dermawan dan menggunakan harta untuk kepentingan yang baik, seperti bersedekah, membantu orang yang membutuhkan, dan berinfak di jalan Gusti Allah.

Jakarta ,30 Agustus 2025
#salamIndonesiaBekerja/inaker#

*KRMH Gagoek Kapoet Triana,SH adalah Ketua Dewan Pendiri INAKER/ Indonesia Bekerja/ Spiritual Enggenering

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *