Umum  

Manusia Pancasila BerkeTuhanan dan serta Berpenghayatan

Oleh: Gagoek Inaker

Monwnews.com, Menukil Konsepi khalifah dapat berperan sebagai penawar polarisasi politik beragama jika dipahami sebagai amanah moral untuk menjaga keadilan, bukan sebagai alat klaim kebenaran politik yang eksklusif.

Dalam pengertian ini, khalifah menuntun umat beragama untuk melihat kekuasaan sebagai tanggung jawab pelayanan, bukan munafikun yang melakukan perbuatan mengambil hak orang lain atau korupsi/tidak jujur maupun tidak amanah sehingga identitas agama tidak dipakai hanya untuk memperkeras batas konyol kita versus mereka.

Peran praktisnya adalah mendorong etika publik yang menekankan adil, transparan, bertanggung jawab, dan menjaga kemaslahatan bersama.

Jika nilai khalifah dibaca secara etis dan moderat, yang dapat memperkuat dialog, meredakan narasi antagonistik, dan mengurangi mobilisasi politik yang memecah belah masyarakat.

Sebaliknya, bila konsep ini dipolitisasi, justru yang bisa memperdalam konflik, karena itu kuncinya pada pemahaman bahwa khalifah adalah fungsi moral-universal, bukan slogan perebutan kuasa semata.

Tantangan epistemologis utama dalam menafsirkan fungsi moral khalifah adalah menjaga agar konsep iyersebut tidak direduksi menjadi slogan politik, tetapi dibaca sebagai amanah etis yang utuh.

Penafsiran yang terlalu tekstual, atomistik, atau lepas dari konteks dapat membuat khalifah dipahami semata sebagai institusi kekuasaan, padahal secara normatif juga memuat tuntutan keadilan, ilmu, perbaikan, dan pengendalian hawa nafsu.

Tantangan lainnya ialah menghubungkan teks, akal, dan realitas sosial secara seimbang.

Jika tafsir hanya bertumpu pada teks tanpa dialog dengan konteks, fungsi moral khalifah mudah menjadi normatif tetapi tidak operasional sebaliknya, jika terlalu kontekstual tanpa pijakan nash, maknanya bisa kabur dan kehilangan daya ikat kebangsaan yang majemuk.

Karena itu, problem epistemologisnya bukan hanya apa arti khalifah, tetapi juga metode apa yang sah untuk mengetahui dan menerapkan fungsi moralnya dalam kehidupan modern.

Secara empiris, manusia Pancasila yang murni dan konsekuen akan tampak dalam perilaku publik yang menjaga keadilan, moderasi, dan tanggung jawab sosial, sedangkan tautannya dapat erat dan bersinergi dengan khilafah Islamiyah yang sehat tidak hadir sebagai proyek perebutan kuasa, melainkan sebagai sumber etik tentang amanah, tanggung jawab, dan serta kemaslahatan bersama.

Karena itu, dalam praktik sosial, keduanya bisa bertemu pada wilayah moral yangmana bersama-sama menuntut manusia yang tidak egoistis, tidak ekstrem, dan serta tidak merusak tatanan berkehidupan bersama.

Namun secara empiris juga terlihat bahwa problem muncul ketika khilafah dipahami berhenti hanya sebagai simbol politik eksklusif.

Pada titik itu, mudah memicu dikotomi diantara kami versus mereka dan serta berpotensi berhadapan dengan semangat Pancasila yang plural, integratif, dan serta cinta kebangsaannya.

Jadi, dinamika dialektiknya bukan pertentangan mutlak, melainkan perbedaan cara mewujudkan etika publik.

Manusia Pancasila menekankan kesetiaan pada konsensus kebangsaan, sedangkan khilafah Islamiyah menekankan tanggung jawab moral-religius.

Secara empiris, keduanya produktif bila diarahkan pada keadilan sosial, tetapi problematis bila dijadikan hanya alat identitas politik yang memecah belah / adudomba juga sehingga terjadi tidak harmoni beragama sehingga ciptakon oleh kekuatan global tetap bercokol sejak ratusan tahun silam yang tujuannya hanya mengambil potensi sumber ada alamnya.

MAN JADDA WAJADA

Tetap bersyukur, saling berbagi, saling silang berkumpul bersolusi, tetap berkehendak trus bergerak bersinergi bekerja giat keras cerdas tuntas terarah terukur bersama-sama kita kami kamu mereka yang berakal , bernalar , berfikir , berilmu beserta derajad keimanan sesegera seksama mewujudkan keadilan kemakmuran bagi seluruh Rakyat Indonesia.

Jangan lupa tetap trus tersenyum maupun bahagia sesuai cara dan serta gayanya sahaja.

#salamsatujiwa
#salamnusantar@bekerja
🏃🏽‍♂️🏃‍♀️🏃🏽‍♂️🏃‍♀️🤝✊💪🥰
🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *