GUSTI ILLAH DALAM INDONESIA BEKERJA/INAKER

Oleh: KRMH Gagoek Kapoet Triana,SH (Ketua Dewan Pendiri INAKER)

monwnews.comMOLIMOMO appears to be a specialized slogan or mnemonic linked to “Gusti Illah” (divine will or sustenance in Islamic context) within the Indonesia Bekerja/INAKER framework, emphasizing a holistic work ethic for processing information and achieving value-added outcomes.

https://www.instagram.com/ditakencana/
https://www.instagram.com/ditakencana/

Core Meaning MOLIMOMO likely expands to “Mendengar, Melihat, Menggerakkan” (Hearing, Seeing, Moving/Acting), with additional elements like “Menangkap” (Capturing/Grasping) and “Menyelesaikan” (Resolving/Completing).

This guides workers in INAKER a labor-focused collective or ministry-related initiativeto handle all matters systematically alongside the 5 M components: Man (human resources), Material, Money, and Management.

Application in Work EthosThe process involves :

Mendengar : Actively listening to inputs from stakeholders, data, and environments.

Melihat : Observing realities critically to identif opportunities and gaps.

Menggerakkan a Mobilizing actions with divine reliance (Gusti Illah) for efficiency.

Menangkap & Menyelesaikan : Capturing insights and finalizing tasks to generate “maindl value” (likely “maximum value” or nilai tambah tambah).

Integration with 5M INAKER applies this to optimize resources ensuring human effort aligns with materials, finances, and management for sustainable productivity and societal impact, rooted in Indonesian work culture.


Slogan MOLIMOMO; MENDENGAR, MELIHAT, MENGGERAKKAN, MENANGKAP, MENYELESAIKAN, DIDALAM RANGKAIAN ; MAN, MATERIAL , MONEY, MANAGEMENT, MAX VALUE

Adapun Evolusi membentuk kreativitas manusia melalui adaptasi otak yang lebih besar dan kemampuan kognitif canggih, memungkinkan pemecahan masalah inovatif untuk bertahan hidup.

Proses ini menghasilkan koneksi saraf kompleks yang mendukung pemikiran divergen, seperti dalam seni dan teknologi iptek dan imtaq purba maupun modern.

Kreativitas menjadi keunggulan evolusioner, mendorong budaya dan inovasi yang mempercepat evolusi sosial.

Mekanisme Biologis Seleksi Alam memfavoritkan individu dengan fleksibilitas mental tinggi, seperti kemampuan berpikir abstrak yang muncul sekitar 70.000 tahun lalu selama Revolusi Kognitif.

Ukuran korteks prefrontal manusia yang berkembang mendukung imajinasi dan kolaborasi, esensial untuk alat kompleks dan bahasa simbolis.

Dampak Budaya Evolusi tsb maka budaya memperkuat kreativitas melalui transmisi ide (memes), di mana inovasi seperti lukisan gua menjadi dasar kemajuan teknologi modern.

Interaksi gen-budaya menciptakan umpan balik positif, seperti pertanian yang memicu ledakan populasi dan seni.

Teori Pendukung Henri Bergson mengusulkan “evolusi kreatif” dengan élan vital sebagai dorongan non-mekanis untuk variasi inovatif, menjelaskan kerumitan organ manusia.

Model Evolusi Meme menunjukkan otak manusia berevolusi untuk mereplikasi ide secara strategis, menghasilkan ledakan kreativitas.
(galih)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *