Diplomasi Kemanusiaan,Megawati Berhasil Bebaskan Dua Wanita WNI Yang Diculik Kelompok Bersenjata Irak

Oleh : Anwar Saragih

monwnews.com – Malang,- Dua Warga Negara Indonesia (WNI) diculik kelompok bersenjata di Irak. Namanya Istiqomah binti Mishad dan Casingkem binti Kaspin.

https://www.instagram.com/ditakencana/
https://www.instagram.com/ditakencana/

Megawati Soekarnoputri saat itu baru saja kalah di Pilpres 2004. Posisi yang sudah seperti bebek lumpuh yang dalam istilah politik sudah “lame duck” karena presiden baru telah terpilih. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

2 Oktober 2004 atau sekitar dua minggu lebih sebelum turun dari jabatan presiden RI. Megawati bertemu dengan media televisi dari Doha Qatar.

Nama televisinya : Al Jazeera. Bersama media itu, Mega merekam permohonan agar dua sandera WNI dibebaskan oleh penculiknya.

Para penculik itu memberi syarat kepada Mega. Mereka akan membebaskan dua WNI itu asalkan tersangka Bom Bali 2002 yang juga pemimpin Jemaah Islamiyah bernama Abu Bakar Ba’asyir dibebaskan oleh pemerintah Indonesia.

Namun, sikap Mega saat itu sangat tegas pada para penculik itu. Mega menolak negoisasi karena ini menyangkut harga diri bangsa. Mega secara tegas mengatakan negara tidak akan tunduk pada tindakan terorisme.

Setelah merekam video bersama stasiun televisi Al Jazeera, Mega memerintahkan Menteri Luar Negeri Hassan Wirajuda untuk melakukan segala upaya. Syaratnya Mega tidak mau ada semacam kesepakatan atau konsesi kepada para penculik.

Selain itu, Mega juga berkoordinasi dengan intelijen TNI BAIS dan Badan Intelijen Negara (BIN) mengambil tindakan agar dua WNI itu bebas.

“Dua Minggu lagi saya tak jadi presiden lagi. Saya setelah itu tak punya kewenangan diplomasi dalam membebaskan kedua perempuan itu. Mereka harus tetap hidup dan kembali ke Indonesia” ucap Mega saat itu.

Hasilnya –tiga hari setelahnya, di 5 Oktober 2004. Kedua WNI itu bebas. Kondisinya sehat. Dan setelahnya, Mega memerintahkan agar keduanya langsung diberangkatkan ke Indonesia.

Begitulah Mega jika bicara soal kemanusiaan. Ia sejatinya bisa saja memilih tak perlu repot-repot mengurus kedua orang itu. Karena setelahnya ia akan demisioner dari jabatan Presiden RI.

Tapi ia memilih menuntaskan tugasnya sebaik-baiknya dan sehormat-hormatnya. Dasarnya adalah kemanusiaan tanpa menggadaikan harga diri bangsa Indonesia untuk tunduk pada permintaan para penculik.@anwarsaragih_(unggahan medsos)
(galih)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *