Monwnews.com, Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Surabaya Raya menyampaikan duka mendalam atas berpulangnya Alfarizi di Rutan Medaeng.

Alfarizi adalah demonstran yang berjuang menyuarakan aspirasi rakyat, namun harus pulang tinggal nama saat berada di bawah tanggung jawab penuh Negara.
Kondisi fisiknya yang menurun drastis hingga meninggal dunia tanpa riwayat sakit sebelumnya memicu tanda tanya besar Apa yang terjadi di dalam sana?
Maka DPC GMNI Surabaya Raya menuntut:
• Transparansi: Buka kronologi dan hasil medis Alfarizi secara jujur kepada publik.
• Investigasi: Kami mendesak Komnas HAM mengusut adanya dugaan kelalaian penanganan kesehatan di Rutan Medaeng.
• Tanggung Jawab: Negara tidak boleh bungkam atas hilangnya nyawa tahanan politik yang berada dalam pengawasannya.
Jangan biarkan jeruji besi menjadi tempat membungkam suara rakyat secara permanen. Keadilan harus ditegakkan!












