Monwnews.com, Makna HUT Proklamasi Kemerdekaan RI ke 81 adalah isyarat tentang akan berakhirnya sebuah tatanan yang mengendalikan kehidupan berbangsa dan bernegara selama 500 tahun…81 adalah kode persiapan kembali ke tatanan awal.
Tatanan yang diberlakukan saat ini telah terbukti tidak mampu membangun masyarakat gemah ripah lohjinawi.
Perumpamaannya seperti padi yang hanya dapat tumbuh di tanah yang subur, tanah yang mengandung banyak mineral, mineral yang dimasak oleh gunung berapi, mineral yang diserap oleh akar.
Tanah-mineral-gunung api dan akar merupakan satu bagian yang utuh dari kodrat suatu ekosistem.
Padi tidak mungkin tumbuh di padang pasir, karena itu bukan habitatnya, bukan tempat hidupnya…sebaliknya juga padang pasir tidak mungkin menyediakan kandungan mineral yang dibutuhkan oleh padi.
Seperti itulah kira-kira kondisi bangsa nusantara selama 500 tahun terakhir ini…dipaksa untuk menyerap kandungan dari bumi yang lain sebagai sistem yang mengatur kehidupan berbangsa dan bernegara, bukan dari bumi nusantara.
Sistem itu membuat bangsa Indonesia tidak mungkin untuk tumbuh dan berkembang, karena secara tidak sadar bangsa Indonesia diarahkan untuk mengingkari kodratnya, menyalahi kodrat penciptaannya.
Saat sekarang ini bangsa Indonesia sedang memetik hasilnya, merasakan akibat dari menggunakan sistem hasil pemikiran atau budaya bangsa lain.
Mengenal kodrat penciptaan inilah yang sebenarnya dimaksud sebagai agama yang lurus, sesuatu yang tidak pernah berubah sejak awal penciptaannya.
Agama merupakan sarana untuk membangun kesadaran akan kodrat tersebut, bukan malah menjadi racun bagi kesadaran itu sendiri.
Sekaranglah saatnya untuk meninggalkan pola-pola lama di segala sendi kehidupan, mulai dari :
1. Sistem berkeyakinan
2. Sistem ketatanegaraan
3. Sistem ekonomi
4. Sistem hukum
5. Sistem politik
6. Sistem pendidikan
7. Sistem pelayanan kesehatan
8. Sistem pengelolaan sumber daya alam
9. Sistem pertahanan dan keamanan
10. Sistem moneter
11. Dan sistem-sistem lainnya
Bubrahnya tatanan membuat manusia Indonesia tidak berfungsi sebagaimana mestinya :
1. Pemimpin yang tidak melaksanakan amanat negara.
2. Alat negara yang menjadi alat penguasa.
3. Para pemuka agama gagal menjaga moral bangsa.
4. Tokoh masyarakat yang tidak memberikan wawasan berbangsa dan bernegara.
5. Rakyat yang apatis dan pragmatis, kehilangan rasa senasib sepenanggungan.
Pada akhir masa transisi ini, manusia Indonesia akan terbagi menjadi 3 golongan, yaitu :
1. Golongan manusia yang ingin mempertahankan sistem yang menyalahi kodrat ini, karena mereka meraih keuntungan yang sangat besar.
2. Golongan manusia yang berjuang atas kesadarannya untuk mengembalikan tatanan ke tatanan awal ketika republik ini didirikan.
3. Golongan manusia yang mencari selamat sendiri, mereka menunggu keadaan, mengikuti golongan yang berhasil menguasai keadaan.
Kondisi chaos tidak akan terhindarkan, alam telah memberi peringatan sebagai dampak dari terjadinya ketidakseimbangan akibat ulah manusia yang menggangu keseimbangan tatanan melalui berbagai peristiwa bencana alam sebagai kepatuhan terhadap hukum Tuhan.
Dampak dari menjalankan tatanan yang tidak berdasarkan kodrat ini, maka akan menimbulkan berbagai kekacauan dan kerusuhan sosial serta terjadinya berbagai bencana alam.
Alam akan merespon, menyikapi ulah manusia yang menentang hukum Tuhan sebagai sarana untuk melakukan pemilihan dan pemilahan terhadap golongan mana yang berhak untuk melanjutkan kehidupan yang sesuai dengan hukum Tuhan.
Petunjuk tentang kondisi Indonesia ini sebenarnya terdapat didalam password :
1. Kata “negara”
2. Kode 17-8-1945
3. Kata “sarinah”
🙏🇮🇩🇮🇩🇮🇩🙏
Ditulis oleh :
Arief Sutasoma












